Wajah lawan bicaranya memerah karena marah, "Kamu panggil aku apa barusan, Tante? Otakmu sehat?”
Natasha menutup mulutnya menggunakan tangan kanannya yang bebas dengan rupa terkejut. “Salah ya?”
Marthin yang maju dan meluruskan. “Nat, ini Pinkan, kami satu kelas waktu SMA.”
Dengan kata lain, Marthin mau memberitahu Natasha secara halus berapa umur temannya yang ia panggil tante barusan.
Natasha yang menangkap ini segera memasang wajah menyesal dan berkata dengan kedua tangan terkatup di bawah dagunya.
“Sorry, sorry , karena make-up-mu kelewat tebal, aku nggak bisa nebak berapa umurmu. Ku pikir sekitar 35. Jadi, kupanggil tante. Maafin yaa?”
Marthin menahan tawanya yang hampir menyembur keluar. Sementara Pinkan, dia sudah megap-megap saking emosinya.
"Kamu, kamu, omong kosong a