Mata temannya berkilau tajam saat menerima sekotak cokelat dari Natasha saat mereka masuk malam.
Ada tiga orang di meja depan. Semua yang tugas malam kebanyakan statusnya masih single, jadi tidak dipusingkan dengan urusan anak.
Lusia yang tinggal di lantai 6, mengambil sebutir cokelat bulat dan gemuk bertanya, “Ini bukan kamu yang beli sendiri kan?”
“Tahu dari imana?”
Dia menjawab seraya menatap temannya itu.
“Pertama, kamu orang yang hemat, jarang bahan hampir nggak pernah jajan. Harga cokelat ini mahal, dari kemasan dan mereknya, ini bukan jenis cokelat yang dijual di Indonesia, jadi kuanggap cokelat ini dibeliin sama seseorang.”
“Analisamu sudah kayak detektif aja.”
Lusia menatap temannya yang sedang merapikan kunci kamar, dengan tatapan gosip.
“Jadi, siapa yang ngasih k