Setelah makan malam tempo hari, Natasha memiliki hubungan yang baik dengan Maria.
Ternyata sifat asli wanita itu tidak semenakutkan di permukaan.
Setelah beberapa hari bekerja, Natasha menerima panggilan dari Maria dan mengundangnya untuk sarapan bareng. Dia tidak berani menjawab iya atau tidak sebelum minta pendapat Marthin.
Dalam perjalanan kembali ke asrama setelah pulang kerja, Natasha memberi tahu ke Marthin yang sedang berada di luar kota tentang ini.
Dia menyalakan teleponnya dan berkata kepadanya di WA, “Ibumu mengundangku sarapan dengannya, aku harus jawab apa?”
Balasan Marthin hanya satu kata. “Terserah.”
Jawaban macam apa ini?
Untuk undangan ibu Marthin, Natasha tidak berani menolak karena takut membuat wanita itu tersinggung, tetapi kalau dia terima berarti dia ak