Pacar Natasha datang untuk melamar.
Dalam satu jam berita itu sudah tersebar di dusun yang sebagian besar penduduknya masih kerabat jauh dan dekat.
Ada banyak orang penasaran yang datang untuk menyaksikan keseruannya secara langsung.v
Setelah beberapa saat, ruang tamu kecil itu penuh sesak dengan orang-orang, melihat hadiah yang menumpuk di seperempat area ruang tamu, dan masing-masing tampak mahal, dan mata masing-masing berbinar.
Ini jauh lebih banyak dan mahal dari lamaran anak kepala dusun bulan kemarin.
Beberapa jenis makanan dan barang bahkan tidak dijual di swalayan besar yang ada di kota.
Orang-orang itu memuji ketampanan Marthin dan Natasha, juga memuji ibunya karena sangat beruntung mendapatkan menantu kaya raya.
Dengan mata iri para penonton yang tak terhitung jumlah