"Sial, sial, sial…orang ini pasti bakalan kena sial!" Deera mengutuk tanpa henti.
Leo hanya melihatnya pergi begitu saja, tanpa mengejarnya untuk bertanya, bahkan pesan teks atau panggilan telepon pun tidak ada.
Dia bukan wanita yang sulit dibujuk, bukankah dia hanya ingin suaminya mengucapkan dua kata manis padanya? Apakah dua hal itu sangat susah?
Sampai dia keluar dari lift, Deera masih mengutuk tanpa lelah, dan kemarahan batinnya semakin kuat.
Untuk mengerjakan konsep ide baru, Deera harus lembur dan tidak bisa santai sama sekali biar semua bisa selesai tepat waktu.
Itu membuatnya capek setengah mati, dan satu-satu hal yang ingin dia lakukan ketika sampai rumah nanti adalah melemparkan diri ke tempat tidur, dan tidur sampai besok.
Sampai dia keluar dari lift, Deera masih me