Keesokan paginya, Nyak telah bersiap untuk pergi bekerja. Bedanya Adit kali ini bangun lebih awal. Ia tak lagi di bangunkan oleh Nyak, semoga tetap istikomah sampai esok-esok harinya. Terkadang bis abangun lebih pagi kadang juga bisa terlambat, maklumlah bila sampai kesiangan karena memang Adit dan juga Hana saling berbalas pesan hingga cukup larut malam. Bedanya Hana lebih teratur bangun lebih awal, sedangkan Adit angin-anginan kadang ia bangun pagi kadang juga terlambat.
“Lah, tumben cepet bangun Bnag” usai mandi, biasanya Adhim akan melihat pemandangan abangnya masih terbaring tidur sambil memeluk gulingnya. Bisa dipastikan Adit akan sedikit terlambat karena sudah di bangunkan namun tetap saja akan susah untuk dibangunkan. Jadi, bila Adit bisa bangun pagi tanpa ada drama berarti sebua