Sungguh tak pernah terbayangkan, bahwa Pak Suryo akan bermimpi buruk. Sungguh mimpi yang ia alami, amat sangat buruk sehingga membuatnya terbangun. Kali ini, Pak Suryo berusaha untuk mengatur napasnya yang masih terasa memburu namun sudah tak begitu lagi seperti beberapa menit yang lalu. Kemudian ia menatap sang istri yang sudah terlelap, wajah cantiknya tampak begitu anggun, hingga membuat Pak Suryo lebih tenang. Beberapa kali ia mengerjap-ngerjapkan matanya. Meyakinkan diri bahwa ternyata ini semuanya hanyalah mimpi belaka. Mimpi buruk yang ternyata seakan seperti nyata sehingga membuat dirinya seolah tak percaya bahwa ini semua hanyalah mimpi.
“Syukurlah hanya mimpi saja” gumam Pak Suryo dalam hati. Ia kemudian bergegas ke kamar mandi untuk membasuh wajah. Rasanya segar sekali setelah