Usai menunaikan shalat magrib, barulah Nyak, Bapak dan juga Adit serta Adhim seperti biasa melakukan rutinitas makan malam bersama. Salah satu rutinitas wajib, karena ketika siang hari belum tentu bisa makan bersama, kecuali ketika malam hari barulah bisa sedikit membagi waktu untuk berkumpul bersama. Maklum masing-masing memiliki kesibukan yang berbeda-beda sehingga waktu berkumpul bersama menjadi sesuatu yang langka. Hingga ketika ada waktu bersama maka akan digunakan dnegan sebaik-baiknya.
“Wahh, enak-enak ya Nyak”ujar Adit sambil mengunyah makanan yang baru saja ia kunyah. Dua jempol ia berikan karena masakan yang Nyak masak memang selalu menggugah selera makan siapapun yang menikmatinya. Masakan Nyak memang selalu bisa diandalkan sehingga banyak yang menyukai masakan Nyak yang memang