halo kembali lagi dengan cerita SunLight. semoga kalian menyukai ceritaku ya.
-oOo-
Lighter Athkinson Muhammad, seorang vokalis sekaligus gitaris se-Indonesia, memiliki banyak followers dan jutaan fans. siapa yang tidak menyangka, coba gue deskripsikan aja deh. wajahnya memiliki bak tampan seperti seokhoon di penthouse, rambutnya mungkin seperti cha eun woo berponi melayang belah dua. dan terakhir memiliki sifat waris iblis seperti jnt alias joo dan tae dan si cheon seo jin. namun suara lagu merdunya jangan salah, suaranya beuh macam bae rona yang selalu juara satu dan sering mengalahkan si boneka anabelle.
oke udah cukup gue deksi eh salah anjir deskripsi,sengaja typo deh.
"ganteng sih cuma masih gantengan si jaehyun." gumam pelan Sunny. Sunny melangkah kaki menuju ke kantin karena cacing cacing di dalam perutnya berbunyi keras. Sunny mengambil langkah menuju salah satu bangku di pojok sebelah kiri dan mulai pesan makanan.
saat mie dan ayam sudah di depan mata, Sunny mengambil sendok dan garpu dan mulai lahap makan. Banyak yang berpikir Sunny hanya makan biasa tetapi dengan Sunny sendiri ia juga makan namun pikiran dan raganya tidak sejalan, karena ia masih memikirkan cara untuk keluar dari novel.
"Anjir, kalau gue disini berarti pemilik aslinya ada ditubuh gue dong! terus gimana keadaan tubuh gue asu." batin Sunny a.k.a Glency.
"oke jangan panik, coba gue ingat dulu isi novelnya. kalau gak salah gue bakal masuk di pertengahan halaman. dan saat gue lihat Lighter sedang konser bareng temannya berarti ini udah halaman 5 sebelum bertemu protagonis wanitanya si Sarah itu. uhuy gue gak sabar melihat adegan itu." seru Sunny.
Sunny sudah menyelesaikan acara makanannya dan ia ingin pulang namun ia lupa dimana kelasnya. "Anjir, kenapa gue g****k banget a*u, gue lupa dimana kelas gue."gumam Sunny sambil menepuk dahi.
tanpa Sunny sadari, ada Lighter menatap datar gadis itu ngomong sendiri. Cowok itu langsung mendekati Sunny dan berujar kata. "Lo gila?ngomong sendiri." tanya Lighter.
Sunny kaget karena Lighter ada di hadapan dan berbicara dengannya. "lah bukannya di novel gak ada adegan Lighter dan Sunny ya?" batinnya.
Lighter menoyor dahi pelan gadis itu. " Kalau ditanya tuh dijawab."
"Anjing, sakit tau!" Sunny mengusap dahinya. Lighter terkejut karena gadis itu bisa mengumpat, karena yang ia lihat dari kelas ia tidak pernah berkata kasar juga sering diam. dan sekarang ia se--sedikit berubah, ia hanya sedikit.
"gue gak gila. eh lo siapa ?" tanya Sunny pura pura tidak mengenali si Lighter. Lighter membelalak mata dan langsung mengubah ekspresi."lo pikun? gue Lighter dan kita teman sekelas"ucapnya.
"HAH????"teriak Sunny, membuat siswa siswi yang berada disekitaran berhenti jalan dan menatap si Sunny. Sunny langsung meminta maaf tanpa suara.
"Kok lo teriak sih. bikin malu tau gak." Kesal Lighter.
"hehe, maaf gue gak tahu kalau gue satu kelas sama lo." ujar Sunny.
Lighter diam mengacuhkan perkataan Sunny lalu melanjutkan perjalanan menuju kelas, Sunny melihat Lighter berjalan menuju kelas ia pun mengikutinya dari belakang. saat tiba di depan kelas, Sunny kaget karena bertemu dengan antagonis yang nyata. dia, Gita Lowskien.
"not bad." gumamnya dalam hati.
Sunny ingat adegan saat Gita dan Lighter berantem di depan kelas. "wah gak nyangka gue bakal nonton perseteruan yang seru njir." batin Sunny.
Sebelum melihat adegan itu ia mengambil tas terlebih dahulu, ia masuk ke kelas dan tersisa dua tas, mungkin itu milik Lighter dan dirinya. kemudian ia menyambar tas berwarna merah muda dan mengendong tas dengan satu tangan macam kek anak gaul gitu loh.
karena tidak ingin ketinggalan momen seru ia berdiri di depan pintu kelas dan menguping pembicaraan Gita dan Lighter.
"sayang, kita pulang bareng yuk." ucap Gita manja.
"Gak, gue gak sudi pulang bareng lo."kata Lighter menatap sinis gadis di hadapannya.
"emang kenapa sih, kamu gak mau nganterin aku."
"lo menjijikkan tau gak!" sarkas Lighter.
"anjing, Lighter gak bisa ya ngomong lembut sama Gita? harus dengan kasar gitu."gumam Sunny.
beberapa menit sudah tidak terdengar obrolan Lighter dan Gita. alih-alih mendengar malah Lighter sudah berada di hadapan Sunny dan menatap datar Sunny.
"Sudah puas menguping pembicaraan orang lain?" tanya Lighter. Sunny terperanjat kaget dengan perkataan cowok menyebalkan itu.
-jangan lupa untuk meninggalkan pesan dan saran ya
-serta vote juga ceritaku
maaf kalau masih agak berantakan tulisan ceritaku hehe.
terima kasih