Malam itu, ketika Donghyun masih menonton Tv yang kala itu menayangkan game show, sedangkan Woojin tengah berkutat dengan sesutu di dalam kamarnya, Mark pun memutuskan untuk menghubungi sahabatnya Yuna yang ada di masa depan, yang tentu saja ia harus masuk ke dalam kamarnya terlebih dahulu, agar Donghyun dan juga Woojin tidak tahu mengenai rahasia terbesarnya pada saat itu. Dengan menggunakan alat peredam suara yang ia unduh di dalam jam sebaguna miliknya, agar Woojin daj juga Donghyun tidak mendengarnya yang kala itu melepaskan Gosk dan juga VD yang ia gunakan untuk menyamar.
“Ah!!” dengan mendesah lega, Marta pun melepas kedok Mark lalu berjalan menuju kasur untuk kemudian merebahkan dirinya di atas kasur dengan sangat nyaman.
Pandangannya kini menoleh menatap ke atas langit-langit k