“Mama minta aku ke sini buat lihat keadaan Sansan dan Ayah.”
Samesta menoleh. Di ambang pintu kamarnya Saluna berdiri. Gadis itu menatap iba adik kecilnya yang terbaring sakit. Sansan tampak tersiksa. Mengapa orang-orang dewasa ini membebankan masalah pada anak sekecil itu? Saluna tak habis pikir.
Sebetulnya dari setengah jam lalu ia sampai di rumah neneknya. Langit yang mengantarkan Saluna ke rumah neneknya untuk menemui ayah dan adik. Namun Langit tak memilih tinggal karena orang tuanya menunggu di rumah untuk acara makan malam. Saluna mendengar tangisan Sansan saat sampai. Senja mengatakan bahwa Sansan demam tinggi.
Ternyata benar apa kata Raya. Firasat Raya tentang kemungkinan terjadi sesuatu pada keluarganya di rumah itu bukan hanya kekhawatiran biasa. Raya bisa merasakannya. Se