Samesta segera pulang setelah menerima panggilan telepon dari ibunya. Senja mengatakan bahwa saat Raya di rumah, tiba-tiba Lintang datang bersama putrinya. Raya kelihatan kaget sekaligus marah. Lalu pergi meninggalkan rumah. Apalagi dengan sikap Sansan yang seolah lebih dekat dengan Lintang daripada ibunya sendiri. Sansan enggan lepas dari pangkuan Lintang dan membuat Raya sedih.
Gepalan tangan Samesta memukul stir keras-keras. Jika sudah begini maka akan sulit menyakinkan Raya untuk kembali. Raya akan semakin salah paham. Menganggap selama ini Samesta kembali dekat dengan mantan kekasih. Sedikitnya Samesta mengerti apa yang ada dalam benak Raya saat ini. Yang jelas kurang bagus didengar.
Dengan kecepatan tinggi Samesta melajukan kendaraan. Siang hari menjadi waktu rawan macet. Berkali