Gebrakan pintu mobil Kai dapatkan dari Michelle. Gadis itu segera berjalan cepat masuk ke dalam rumah begitu mobil Kai mendarat di garasi. Sedikit pun dia tidak mau menoleh ke arah Kai, bahkan untuk sekedar berterima kasih berhubung pria itu sudah menemaninya berbelanja keperluan kuliahnya selama seharian penuh, ditambah dengan bonus mengajaknya jalan-jalan ke alun-alun kota. Boro-boro, yang ada wajahnya tertekuk masam, rahangnya mengeras seolah tengah menahan amarah.
Wajar dia begitu, Kai sendiri memakluminya. Michelle pasti sangat marah dan kecewa padanya. Dia tentu merasa tertekan didesak untuk melakukan suatu hal yang tidak dia inginkan apalagi sukai. Terlebih oleh Kai, alias seseorang yang ia harapkan untuk mengerti dirinya dan mau menjaganya dari ketakutannya akan keramaian. Bukan m