“My Rose”
Rose membuka matanya dan melihat jam nakas di samping tempat tidurnya. Jam menunjukkan angka 3.00 pagi. Dengan keringat dan napas yang cuba untuk diatur supaya berjalan dengan normal dia memejamkan matanya dan membiarkan bulir bening itu mengalir dengan lepas. Rose bangun menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri
Dan di sinilah dia ketika ini bersujud memohon keampunan daripada pencipta. Berdoa dalam linangan air mata yang terus mengalir. Sejak empat tahun yang lalu mimpi itu seringkali menemani malamnya namun saban waktu ianya suda jarang terjadi. Perkara tersebut membuatkan Rose memantapkan hati untuk kembali ke Indonesia sejak tiga hari lalu. Namun dia seolah-olah tak siap dan masih di rendung dengan rasa takutnya apabila suda berada di tanah ini .
….…
Rose meneliti semula penampilannya di hadapan cermin kaca yang terdapat di dalam kamar tersebut bagi memastikan penampilannya suda terlihat rapi dan kemas seperti yang di inginkan. Dengan mengenakan kemeja berwarna hitam serta celana senada dipadukan dengan kerudung berwarna latte dia mengoleskan sedikit lipstik berwarna merah jambu bagi menampilkan wajah yang segar dan dipadukan dengan solekkan yang tipis.
Rose bergerak keluar dari kamar hotel yang menjadi tempat rehatnya sepanjang tiga hari sejak kembalinya dia ke Indonesia. Dengan langkah yang yakin Rose terus memasuki ojek pesanannya untuk menuju ke rumah keluarganya. Suda lama sejak tiga tahun lalu bermula kepergiannya ke luar negeri atas alasan melanjutkan kuliah di luar negeri dan di sinilah dia di hadapan rumah mewah namun sederhana milik keluarganya.
“Rose, Ya tuhan kenapa pulang ngak ngasih kabar sayang, Mama sama Papa atau kakak kamu kan bisa jemput di bandara”
Bersama dengan perasaan haru dan bahagia Renata memuluk satu-satunya anak perempuanya tersebut. Pelukan erat di berikan seolah mengambarkan rasa rindu yang begitu kuat terhadap Rose
“Surprise”
Rose dengan senyum manis yang di pamer di pipinya tanpa rasa bersalah hanya mampu membalas pelukan hangat daripada sang mama tersebut.
Rose sangat merindukan keluarganya namun rasa yang terus di pendam membuatkannya rela menangung rindu. Lemah ya katakan saja dia lemah kerna kata tersebut memang pantas untuknya. Perkiraan dua hari kedepan adalah majlis resepsi pernikahan sang kakak iaitu Rayhan. Pernikahan Rayhan suda di lakukan beberapa minggu lalu lantaran itu Rose memilih pulang bagi memastikan dia hadir di acara penting tersebut kerna tidak dapat hadir semasa pernikahan sang kakak.
Mengingat sang kakak wujud perasaan rindu buat kakaknya tersebut namun bersamaan itu hadir rasa takut dan tidak bersedia dalam diri Rose kerana sang kakak akan membawa Rose mengingat satu sosok lain. Namun berbekalkan keyakinan dalam dirinya Rose cuba untuk meyakinkan perasaanya bahawa hanya dia yang mengingat momen itu, dia percaya sosok tersebut tidak akan hadir di acara ini.
….…
Malam, meja makan keluarga terasa lebih hangat dengan kepulangan Rose ke pangkuan keluarganya. Keluarga tersebut di lihat suda lengkap kerana dapat berkumpul semula. Canda dan tawa terus mewarnai suasana makan malam mereka tersebut. Rose yang mudah untuk berbaur dengan sang kakak ipar kerna mereka memang suda saling kenal dengan baik. Selesai makan malam mereka melanjutkan obrolan ringan keluarga sebelum kembali ke kamar masing-masing.
Papa Rose adalah seorang pengusaha yang cukup sukses dalam bidang pembinaan manakala sang kakak semestinya mengikut jejak sang ayah. Rayhan juga menjadi seorang pembisnis dan mula membantu sang ayah di perusahan mereka. Mama Rose pula merupakan seorang suri rumah yang bertindak mengurus rumah dan hanya hadir dalam majlis tertentu sebagai formalitas sahaja dan hanya Rose yang baru selesai kuliah dan bakal merintis kerjaya. Rose baru kembali. Berikan dia waktu untuk menikmati dahulu.