Di dalam kamar Aisyah tak menangis, tapi hanya tersisa sedu. Ragu-ragu Samuel mendekati sang istri yang tengah duduk di bibir ranjang. Pelan tapi pasti, lelaki bertubuh tinggi itu menghampiri Aisyah.
"Aisyah ...," panggil Samuel pelan. Namun, Aisyah diam, tak menyahut panggilan Samuel. "Aku ... minta maaf."
Berulang kali lelaki bertubuh jangkung itu memanggil nama sang istri dan mengucapkan maaf, Aisyah tak menyahut. Jangankan menyahut, menoleh pun tidak pada Samuel.
Merasa tak dianggap, Samuel berlalu dari kamar menuju dapur. Lelaki bertubuh jangkung itu berinisiatif membuatkan makanan untuk sang istri, membujuk Aisyah dengan makanan yang dibuatnya.
Samuel ingat sore tadi sebelum pulang ke rumah mereka, Aisyah ingin memakan makanannya masakan sang suami. "Apapun masakannya, terpen