" niyar ! aku udah tak tahan.
Terdengar suara parau menggelitik telinga Raniyar Greysia,
Wanita dewasa berparas ayu itu manis terlihat oleh mata breyo, sang tante yang tak sengaja melintasi depan ruangan fitnes itupun berhenti sebentar, ternyata dia menuju balkon lantai atas Mension Abraham.
Bahkan melihatnya, Breyoka yang saat itu lagi ngejim pun, buru buru mengejar dan memeluk tubuh nya dari belakang.
" jangan gila kamu Brey, Tante udah bilang jangan panggil aku niyar begitu saja jika di rumah, nanti kalau mamamu dengar, atau semua orang tahu, mereka kira, ada apa apa sama kita !
" emang bener kan tan?
Breyoka, pemuda yang baru duduk kuliah semester 5 itu benar benar udah ketagihan dengan desah manja sang Tante, karena pernah menjalin hubungan terlarang bersamanya.
" brey lepaskan ! lepaskan jangan gila kamu.
Breyoka menarik tangan Raniyar, sampei tubuh sang Tante masuk dalam kamar, di salah satu ruangan lantai atas yang kebetulan jarang sekali di gunakan,
Breyoka mengunci pintu dari dalam, hingga Raniyar pun terhimpit antara pintu dan tubuh kekarnya,
Dengan belaian lembut breyo sampei sang Tante cuma mendesah pelan, dengan tubuh sedikit gemulai menahan semua yang di lakukan breyo saat itu.
Leher jenjang sang Tante pun tak luput dari lumatan bibir breyo, yang terus bergerilya menyusuri setiap inci kulit mulus sang tante.
Semua tak terkira bakal terjadi lagi di antara mereka siang itu,
bahkan di mansion juga lagi sepi, sang mama ternyata pergi ke kantor, sementara semua pembantu tak mungkin akan naik ke lantai atas juga.
Mempermudahkan breyo untuk melakukan kegiatan bersama sang Tante,
Dalam kamar itu juga ada ranjang kingzais, yang biasa breyo tempati untuk istirahat setelah lelah ngejim,
" Breyo jangan lakukan itu lagi !
" Tante breyo terlanjur merasakan, breyo tak mungkin bisa melupakan nya tan, ini nikmat sekali, dari pada melupakan lebih baik aku mati, ini juga obat untuk pusing kepalaku jika breyo ingat Tante.
" Diam mulutmu brey !
" kenapa aku harus diam tan, kenyataanya begitu kan !
" lagian om tak butuh Tante kan ?
" plak !"
Sebuah tamparan mendarat di pipi breyo, bukanya marah, Breyoka malah tersenyum .
" tampar lah sesuka hati Tante, akan breyo terima, tapi jangan suruh aku ngelupain semua, itu terlalu indah untuk aku lupakan tan, aku bisa gila jika melupakannya, Tante wanita pertama yang bisa membuat aku bahagia, dan berubah aku jadi laki laki sejati serta bertanggung jawab nantinya.
Mendengar itu Raniyar ingin sekali menampar breyo lagi dan lagi, tapi bukan itu jalan keluarnya,
Dia berpikir lagi, tak tega juga, semua bukan sepenuhnya kesalahan breyo, tapi kesalahannya juga, yang tak bisa menjaga kehormatan nya untuk sang suami, bahkan suami nya juga tak perduli oleh semua itu.
Berpikir seperti itu membuat Raniyar jadi plinpan, nasi udah jadi bubur, tak kembali jadi nasi lagi.
Yang ada dalam keadaan seperti itu Raniyar pun pasrah, apapun yang di lakukan breyo Akirnya menjadi lebih dari sekedar saling memuaskan.
" tante breyo udah bersumpah pada diri sendiri, akan memperjuangkan cinta sejati ku pada tante, meski akan buruk ceritanya, tak jadi masalah jika terjadi perjuangan pasti baik hasilnya,
Pikir breyo, saat itu.
Dengan demikian yang breyo lakukan sekarang juga sebuah kenyataan yang harus dia perjuangkan, jika terjadi sesuatu pada sang tante, bahkan jika sang Tante sampei hamil anaknya .
" Niyar iloveyou .
Sekali lagi terdengar dari bibir breyo di sela sela lumatan dengan semua hasrat memiliki, membuat semakin seru permainan di atas ranjang itu,
Mereka pun melewati nya tanpa takut jika ketahuan, yang mereka rasakan sekarang juga sebuah bukti bahwa mereka saling mencintai.
Hati niyara begitu bahagia bercinta dengan sang keponakan yang memang begitu memujanya, bahkan cukup memuaskan hasrat nya sebagei wanita, tubuh kekar yang selalu memeluknya, begitu perkasa dan garang di hadapanya ,
Pergumulan yang tak pernah terganggu itu pun, berakir dengan berkali kali benih yang di tanam breyo di rahim niyar pun sampei meluap kemana mana .
Bahkan sampei keduanya terkapar tak berdaya dengan saling berpelukan tak ingin terpisahkan.
Bisikan breyo begitu membuat niyar bahagia, bahkan kata sayang pun di sematkan di antara keduanya.
" sayang, nanti kita akan berjuang bersama untuk cinta kita .
Suara breyo menenangkan hati niyar saat itu.
" kau janji ?
" tentu ! dan itu pasti sayang.
Sekali lagi kecupan demi kecupan breyo pada niyar sangat berarti .
tak cukup di situ saja.
Bahkan breyo mengabaikan semua panggilan masuk dari sang mama atau para sahabatnya.
" siapa yang memangil ?
Terdengar lembut dari bibir niyar yang masih berada dalam pelukan breyo .
" bukan siapa siapa cuma teman sayang. kita mandi yuk?
Tanpa di minta breyo membopong tubuh sang Tante menuju kamar mandi, yang masih dalam kamar itu juga.
Sampei dalam kamar mandi mereka pun mandi bersama dalam bathtub yang tersedia di kamar itu, kamar mandi yang luas memudahkan mereka untuk lagi lagi melakukan adekarman, bahkan lebih seru karena di bawah guyuran shower di atas kepala mereka.
Adegan demi adegan mereka lewati, gaya demi gaya juga mereka jelajahi, tak terasa hari mulai petang,
mereka baru sadar, karena rasa capek yang memang udah 6 jam mereka rasakan,
Berkelana menjelajahi puncak kenikmatan duniawi yang tak mungkin mereka lupakan, ternyata melelahkan juga, tapi itu bukan Akir cerita mereka.
Yang ada itu awal dari perjuangan mereka dalam menjalani hidup di hari mendatang.
" tan jangan lupakan breyo, aku janji ini bukan yang terakir ini awal dari kehidupan yang nanti harus kita jalani,
" Breyo apakah kau benar mencintai Tante?
" Tante jangan pernah ragukan cintaku, Tante hanya milikku, apa yang telah jadi milik breyo tak akan mudah, aku lepaskan meski taruhannya nyawa sekalipun, itu janji breyo Tan, untuk itu jangan pernah berpikir lagi breyo itu anak ingusan apalagi bocil !, karena breyo yang akan jadi ayah dari anak anak tante nanti,
Semua perasaan yang ada dalam hati breyo, kian di ketahui niyar yang selalu anggap dulu bociln
Niyar benar benar tak percaya akan ada dalam lingkaran cinta segi tiga seperti ini, karena dulu niyar tak pernah bisa menolak kemauan sang kakek
Pembaca terhormat pengen tahu kelanjutannya ? ikuti terus alur ceritanya jangan sampei terlewatkan ya, juga subcrab, like komen serta ser ceritanya pada teman anda yang hobi baca.
Terima kasih .