GENTAYANGAN
SEJAK sore, Asih sekeluarga sudah mengurung diri di dalam rumah. Anak-anaknya yang masih SD, tidak mau pergi mengaji, sebab pulangnya takut tak dijemput ibu mereka. Terlebih, anak sulungnya, Fian, tidak berada di rumah setelah menjadi mahasiswa di Jatinangor. Bahkan, akhir pekan pun jarang pulang setelah bekerja di counter HP milik Ray dan Dani. Asih sang ibu, terkadang jadi menggerutu. Awalnya senang Fian tak pulang pun karena mencari uang untuk mengurangi beban biaya kuliah. Namun, ketika di kampung dicekam ketakutan akan hantu yang bergentayangan, ia pun jadi berharap anaknya sering pulang. Sudah sering ditelepon Fian, diminta pulang, tapi anak sulungnya itu selalu menegaskan sibuk dan menangguhkan kepulangannya. Ingin Asih bersua Ray dan mengatakan agar Fian bisa pulang da