Tamu yang Tiba Lebih Dulu
SUARA gagak hitam menyambut kedatangan Ray dan teman-temannya yang baru tiba depan halaman rumah Bunda Dewi. Baru pukul setengah tujuh malam. Semua motor sudah dimasukkan ke dalam pekarangan itu. Ray, Dani, Fian, dan Dirga melangkah beriringan menuju teras. Diikuti Fadia, Nirina, dan Cika. Pintu depan terkuak. Indah tersenyum manis menyambut kedatangan semua. Wajahnya berseri-seri. Ia senang sekali dan membayangkan semalaman akan semarak ramai di rumah ini lantaran banyak orang. Tak seperti malam-malam sebelumnya, ia yang hanya berdua bersama Bunda Dewi. Terkadang hanya sendiri jika Bunda Dewi pergi dan menginap di Cibiru. Ray pun sudah jarang berkunjung ke rumah ini jika kebetulan pulang dari Jatinangor. Apalagi Dani, Fian, dan Dirga. Fadia dan Nirina lebih lama