Terbujuk Rayuan
MINGGU pagi. Gawai Dani berdering. Di rumahnya. Di dalam kamarnya. Ia baru usai mandi. Dan sudah berpakaian rapi. Paduan celana jins dan kaus merah. Makan pagi sudah tergelar di atas meja makan. Ia baru saja hendak makan. Perutnya juga sudah minta jatah. Semalam, ia pun tak begitu lahap makan lantaran makanan kesukaannya batal dimasak ibunya. Padahal, Dani lagi ingin makan ayam serundeng, cah kangkung, dan sambal tomat.
“Assalamu’alaikum…” ucap dari seberang sana. Suara yang sangat dikenal Dani.
“Wa’alaikumsalam, Bunda… selamat, pagi!” sapa Dani seramah mungkin. Suaranya nyaring.
“Pagi juga, Dani!”
“Ada apa, Bun… pagi-pagi sudah menelepon?” tanya Dani heran. Ia menduga Bunda Dewi tengah berada di Cibiru karena saban menjelang malam Minggu, seperti biasa perempuan baik