Malam Seram
MALAM kedua di rumah Bunda Dewi. Nirina tampak resah. Mulutnya acap mendesah. Wajah yang biasanya kerap memancar kegembiraan, mendadak terliat muram. Perasaanya sedang tidak nyaman. Benar. Dan dirasakannya sudah dari beberapa jam lalu. Bukan lantaran Ray tak ada semenjak sore. Namun, keresahan hatinya lantaran sikap Fadia yang membuatnya tak nyaman. Semenjak siang, Fadia bersikap dingin pada Nirina. Tak mau mengajaknya bicara, bahkan ketika Nirina memulainya mengajak berbincang, Fadia tak menanggapinya, kemudian berlalu dari hadapan Nirina. Sementara Nirina perhatikan, sikap Fadia pada Indah apalagi Bunda Dewi, tidak begitu. Pada Nirina, dirasanya lain. Nirina bukan tak merasakan, ia sadar jika sikap Fadia seperti itu lantaran menyimpan rasa cemburu. Fadia kesal ketika tahu Ra