Celine terus meronta saat Jason, pria di hadapannya ini berusaha menciumnya dan membanting tubuhnya ke atas ranjang dan mulai merobek-robek pakaian yang dikenakannya.
Celine terus melawan, tapi Jason tidak peduli karena saat ini Jason sudah dikuasai oleh hasrat yang membara.
"Jangan! Jangan lakukan ini! Please," kata Celine dengan suara lemah. Celine sadar kalau dirinya dalam keadaan bahaya, tapi dia tidak bisa melawan, tubuhnya terlalu lemah, dia hanya bisa melawan dengan suaranya.
Jason menggeram, nafsu birahinya benar-benar menguasainya, dia terus merobek-robek baju yang dikenakan Celine.
Meskipun Celine melawannya dengan kekuatan penuh, Celine tidak akan bisa menang, apalagi saat ini Celine sedang dalam keadaan lemah.
Semua perlawanan lemah Celine, tidak berarti apa-apa bagi Jason yang sudah dikuasai nafsu. Jason hanya ingin melampiaskan nafsunya yang tak tertahankan ke tubuh Celine.
Celine terus mengatakan "jangan" kepada pria di hadapannya ini, tapi karena kepalanya sakit dan kesadarannya hampir habis, dia tidak bisa memukul tangan pria itu untuk mempertahankan dirinya dan hanya bisa mencakar tubuh pria itu ke sembarang arah.
"Pergi! Kau akan menyesal melakukan ini padaku!" Celine berjuang.
Tapi seolah tuli dengan ancaman Celine, Jason justru menarik paksa segitiga pengaman milik Celine.
Akhirnya satu-satunya kain yang masih membalut tubuh Celine itu, kini telah terlempar ke sembarang arah.
Sejurus kemudian, Jason sudah naik ke atas tubuh Celine dan mulai berusaha menyatukan tubuhnya dengan tubuh Celine.
Celine sadar kalau tubuhnya sudah polos tanpa sehelai benang pun dan pria itu yang juga sudah dalam keadaan polos, sedang menindih tubuhnya.
Bahkan ada suatu benda keras yang terus berusaha memaksa masuk ke dalam tubuh di bagian bawahnya.
Benda itu terus berusaha menerobos bagian inti tubuh Celine.
Tetapi kepala Celine sangat sakit, berat baginya untuk membela dirinya apalagi melawan.
Sedangkan Jason yang sudah dikuasai oleh hawa nafsu tersebut, tidak bisa menahan dirinya lagi saat melihat tubuh Celine yang sukses merangsang hasrat kelelakiannya.
"Jangan!" Terdengar suara lemah dari Celine yang sedikit menyadari akan apa yang sedang terjadi padanya, tapi di lain pihak, dia terlalu lemah untuk memberi perlawanan.
Entah mengapa, Celine mulai merasa ada gelenyar aneh semenjak meminum jus yang diberikan sahabatnya. Ia yakin ada yang sengaja memasukkan obat perangsang dalam minumannya karena saat ini Celine sesungguhnya ingin menyerahkan diri dan memadu kasih dengan pria tampan di hadapannya ini.
Namun Celine tahu jika itu bukan tindakan yang benar apalagi dia belum pernah melakukan itu sebelumnya.
Sesaat kemudian, Jason kembali menggeram hebat, dua kali pria itu mencoba memasukkan kejantanannya ke milik Celine, tapi dia masih belum berhasil melakukannya.
Sasarannya terlalu sempit sehingga sulit untuk Jason tembus dan ini membuat dia sedikit kesal sehingga di percobaannya yang ketiga, dia menghentakkannya dengan kasar.
Terdengar teriakan keras dari Celine disertai tangisan, saat dia merasakan ada sesuatu yang menyakitkan, masuk ke dalam tubuhnya.
Kedua tangan Celine mencengkram punggung pria itu sekuat-kuatnya saking sakitnya apa yang dia rasakan saat ini.
Hanya saja, lama kelamaan, teriakan Celine ini semakin melemah apalagi ketika pengaruh obat bius yang sebelumnya membuat dia lemah, kini berakhir dan berganti dengan pengaruh obat perangsang yang juga terkandung dalam minuman itu.
Obat perangsang itu semakin menguasai Celine, membuat rasa sakit yang sebelumnya dia alami, berubah menjadi kenikmatan tiada taranya.
Secara alami, Celine yang belum pernah berhubungan badan sama sekali sebelumnya itu, kini mulai menggoyang-goyangkan pinggulnya untuk menandingi gerakan pria itu.
Celine melakukan ini dalam keadaan terpengaruh oleh obat bius yang juga memiliki campuran obat perangsang yang sengaja ditaruh Lisa dalam minuman yang disodorkan Lisa kepada Celine.
Keduanya mulai bergerak bersama mengarungi keindahan rasa yang mereka resapi dalam setiap gesekan yang terjadi di antara mereka.
Celine yang sebelumnya merasa kesakitan, kini mulai merasakan sebaliknya. Dia mulai merasakan kenikmatan yang membuat dia terus mendesah nikmat.
Keduanya bergerak semakin liar dan semakin cepat dengan kadangkala, kedua bibir mereka menyatu, untuk menyatukan hasrat di d**a keduanya.
Keduanya tidak berniat berhenti, mereka ingin mereguk kenikmatan sebanyak-banyaknya yang bisa mereka raih.
Lidah mereka berdua saling bertaut di tengah pergerakan seirama yang mereka lakukan saat ini.
Malam ini, keduanya merasakan surga yang indah di hati mereka, surga yang tidak akan pernah mereka lupakan.
Sayangnya, Celine dan Jason yang sedang terbuai oleh gerakan satu sama lain tidak menyadari jika ada beberapa kamera di dalam kamar ini yang terus mengabadikan perbuatan mereka berdua ini.