TOKOH:
# jiwoo—ratu vampire, sekaligus yang terkuat kedua setalah kaka nya
# carmen–kaka pertama yang mempunyai 7 adik,
# juun–adik ke3, keras kepala dan dingin hanya ke orang-orang kadang ke para saudari nya
# yuha–adik ke4, rambut pirang dan penyayang
# stella–adik ke5, berparas cantik
# a-na–adik ke 6, random dan cantik
# i-an–adik ke 7, kocak parah ceria dan asbun
# ye-on– si bungsu yang cerdas dan pendiam
pada pagi pertama Hujan tipis mengguyur sekolah cahaya gemilang, seorang gadis berparas cantik, putih serta tinggi dengan rambut lurus sebahu berjalan di lorong sekolah dengan memakai seragam yang tertutup jaket kulit.
ia berjalan dengan anggun dan terlihat menawan di lorong tersebut, sesampainya di belokan lorong ia bertubrukan dengan seorang gadis yang bernama carmen sepertinya ia gadis baru di sekolah itu.
carmen tersungkur di bawah gadis berambut pendek
"awhh" gumam carmen
gadis berambut pendek itu melihat tersungkur di bawah kaki nya.
ia pun menunduk dan menatap muka carmen, "apa kamu baik-baik saja" kata gadis berambut pendek itu.
"i-iyaa aku tidak apa-apa" lirih carmen terhadap gadis itu.
"mari aku bantu kamu berdiri" —dengan menjulurkan tangannya
carmen pun menatap sebentar tangan itu dan langsung menaruh tangan nya di atas tangan gadis berambut pendek itu.
tanpa aba-aba gadis berambut pendek itu membantu dia berdiri.
"makasih yaa" ucap carmen, gadis berambut pendek itu tersenyum sangat manis dan hampir membuat carmen salah tingkah.
"sama-sama" ucap gadis berambut pendek itu dan ia pun bertanya pada carmen
"kamu anak baru yaa seperti nya aku tidak pernah melihat mu"
" iyaa aku anak baru disini, nama aku carmen" ucap carmen dan ia pun mengulurkan tangannya ke gadis itu, gadis berambut pendek itu mengembangkan senyum manisnya dan tanpa berpikir lama gadis itu pun menggenggam tangan nya sambil berkata
"nama yang bagus, aku jiwoo anak kelas 11-mipa"
ya... gadis berambut pendek ituu bernama jiwoo, nama lengkapnya "choi jiwoo" dan carmen nama lengkapnya, "nyoman carmenita"
saat jiwoo menggenggam tangan carmen, senyum nya pun memudar dan itu terlihat oleh carmen.
"ada apa jiwoo" tanya carmen
jiwoo tidak mendengar perkataan carmen selang beberapa menit carmen menjentikkan jari tangan kiri nya di depan wajah jiwoo, jiwoo pun tersadar dari pikiran nya
" e-ehh iyaa... ada apa carmen" ucap jiwoo
carmen pun terheran dengan tindakan jiwoo tadii
" kamu kenapa jiwoo... apa kamu sedang sakit " tanya carmen yang khawatir
" ahh ngga kok aku baik-baik saja" sambil tersenyum
"klo gitu aku ke kelas duluan yaa, see you" ucap jiwoo yang jalan sedikit aga cepat
carmen yang melihat itu pun makin di bikin heran " apa yang jiwoo pikirkan tadi yaa" batin carmen
"ahh sudahlah sebaiknya aku ke ruang kepsek" ucap nya
disisi lain jiwoo yang sudah sampai ke kelas nya dan duduk di bangku paling depan sekaligus di bagian ujung sedang melamun melihat ke arah langit yang sudah kembali cerah, jiwoo yang terlihat tidak baik-baik saja bergumam di batin nya
" k-kenapa rasa itu muncul, apa dia ada sangkut paut nya sama ini" lirik jiwoo sambil ngerutkan kedua alis nya, jelas jiwoo merasakan ada hal yang berbeda dengan gadis yang ia temui.
jiwoo masih kepikiran tentang hal ituu, selang beberapa menit ada 3 gadis yang menghampirinya nya karna merasakan hal berbeda dengan nya, ketiga gadis itu bernama, juun-ah, yuha, dan stella
ketiga nya beridiri di depan jiwoo, jiwoo merasakan hal itu.
salah satu gadis bernama juun nepuk bahu jiwoo "kaa... ada apa..." tanya juun
tapi tak ada jawaban dari unnie nya itu
ketiga gadis itu saling menatap satu sama lain, tak selang lama jiwoo mentap ketiga adik nya itu "aku gapapa" sambil mengembangkan senyum kecil kepada adiknya
"kakaa jangan berbohong" ucap yuha
di sambung oleh perkataan stella "iyaa unnie jangan berbohong kepada kami, kakak kenapa" sedikit nada khawatir
juun pun ikut bertanya "kak ceritakan, kakak kenapa"
jiwoo menatap juun sambil berkata dalam batin nya " juun sangat berbeda ketika unnie nya lagi tidak baik-baik saja"
dengan hembusan napas yang sangat berat
jiwoo pun menjawab " baiklah aku ceritakan, tapi tidak di sini di taman belakang karna sangat berbahaya ketika orang lain mendengar"
ketiga adik nya pun setuju dan mengikuti langkah sang kakak yang keluar dari kelas nya