Michiru yang sedang memakan semangka bertanya, “Seika, semakin lama mengenalmu, aku semakin penasaran.”
Seika yang baru saja memotong beberapa semangka yang lain menaikkan sebelah alisnya. “Penasaran? Apa yang membuatmu penasaran.”
“Aku tahu pertanyaan ini tidak sopan … tapi aku tidak bisa menahannya lagi. Seberapa banyak kekayaan keluargamu, Seika?”
Aku yang sedang minum lemon soda langsung tersedak karena mendengar pertanyaan itu. Setelah berhasil menghentikan batukku yang dibantu oleh Yusuke dengan memukul pelan punggungku, aku berkata, “Michiru … meski kau tahu jawabannya, aku yakin kau tidak akan bisa membayangkannya.”
“Ha? Apa maksudnya itu?”
Yusuke tertawa terbahak-bahak. “Aku yakin kau juga pernah menanyak