Senyuman yang ada di wajah Akari itu membuat dadaku terasa sangat sakit. Meski dari awal aku menyadari kalau benda penyegel kutukan iblis itu sudah tertanam jauh di dalam tubuh Akari … jauh di dalam jiwanya … aku tetap tidak ingin melakukannya.
Misi untuk melenyapkan benda itu benar-benar tidak ingin kuselesaikan bila aku harus menghancurkan benda terakhir itu, yang sudah tertanam jauh di dalam jiwanya. Bukankah itu berarti aku harus menghancurkan jiwanya juga? Ikut membunuhnya juga?
Kau mulai mengatakan sesuatu yang mengerikan. Lautan api, seluruh tempat yang dilapisi oleh es, dan juga tanah yang menelan semua yang ada di atasnya, kau berkata seperti kau sudah melihatnya secara langsung.
Atau kau memang sudah melihatnya? Apa lagi-lagi, wa