Setibanya di pekarangan rumah, Alan memarkirkan mobilnya sembarangan di halaman depan rumahnya. Dengan tergesa-gesa ia pun segera berlari masuk.
Menekan kode sandi pintu rumahnya dan setelah terbuka Alan segera masuk dengan cepat.
Dilemparkannya tas kerjanya ke sofa secara acak, bahkan letak sepatunya di depan pintu masuk pun amburadul tidak beraturan namun tak memperdulikan itu Alan pun segera memakai sandal rumahan dan berlari lagi untuk mencari Future.
Brak!
Alat membuka pintu ruang kerjanya dengan keras sampai menimbulkan suara yang cukup gaduh. Dan di depan sana terdapat Future yang sedang duduk di depan tv dengan sebuah topeles kue di hadapannya.
"Ck, sudah seperti manusia saja tingkahnya. Padahal makan juga tidak bisa," hardik batin Alan melihat Future saat ini.
"Alan? Ada a