Sandiwara masih terus berlanjut, malam yang semakin larut tak mengurangkan sedikitpun niatan diantara ketiga manusia di dalam sebuah cafe di sana untuk tutup cerita dan kembali ke rumah masing-masing. Justru topik pembahasan yang mereka angkat semakin berat dan dan alur yang semakin panjang merambat ke mana-mana.
Jam 12 malam tepat, dinginnya udara yang bersatu dengan dinginnya AC tidak membuat ketiganya kehilangan kecurigaan satu sama lain. Terutama Alan, pun sama halnya dengan Benzie.
Kedua pria itu mendengarkan dan menyimak baik-baik apa yang Clava ucapkan barusan. Jika Alan dapat menyembunyikan senyum setipis mungkin di salah satu sudut bibirnya, karena perkataan Clava yang membuatnya dapat menghembuskan nafas lega sedikit.
Berbeda halnya dengan Benzie yang memicing seolah tidak pe