"Ada angin apa gerangan bernama Clava Yang Terhormat, memanggil saya ke mari?" Suara bariton laki-laki masuk ke indera pendengaran gadis yang sedang duduk di salah satu sudut Cafe.
Clava, mendongak untuk menatap suara dari orang tersebut.
"Kak Benzie."
Ya, itu Benzie. Yang baru saja tiba dengan setelan kantornya yang rapi. Pemuda itu tanpa basa-basi langsung mengambil posisi duduk di depan Clava dan berseberangan dengan gadis tersebut. Posisinya di sini adalah dia yang lebih tua dan dia juga merupakan senior, jadi bukankah lucu kalau dia harus duduk setelah Clava mempersilahkannya duduk terlebih dahulu?
Dengan tampang datar seperti biasanya, Benzie pun menatap tenang lawan bicaranya yang terpantau diam.
"Clava?"
"Huh! Oh ya, maaf Kak. Aku pikir Kakak tidak akan datang," ucap Clav