Entah angin apa, tiba-tiba Anggara datang bersama Ajeng ke kantor di pagi hari. Bahkan, keduanya tampak berjalan beriringan. Melihat kedekatan tersebut, Dylan yang juga baru saja turun dari mobil dan melihat dua orang berjalan melewati basement, langsung menatap Anggara hingga pria itu menoleh.
"Apa?" tanya Anggara pelan saat melihat Dylan menatapnya.
Dylan menghela napas lalu memasukkan tangannya ke saku celana dan berjalan ke arah Anggara.
"Apakah terjadi sesuatu padamu setelah semalam?" tanya Dylan sambil melihat ke arah Anggara dan Ajeng secara bergantian.
Tiba-tiba pipi Ajeng merona merah, "Oh iya, saya lupa masih harus ngerjain laporan teknisi. Jadi saya minta maaf dulu, Pak," ucap Ajeng pamit, lalu langsung berkata meninggalkan Anggara dan Dylan.
Kedua pria itu bisa melihat keg