Hampir setiap hari Callista mengonsumsi 2 tablet vitamin C. Namun nyatanya, kesehatan yang selalu ia jaga akhirnya runtuh.
Selama 1 minggu penuh, Callista sibuk bekerja. Setiap hari dia bekerja lembur dan bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 10 malam. Begitu seterusnya hingga akhirnya tubuhnya jatuh.
Callista ditemukan tidak sadarkan diri dan tidak sadarkan diri di kamarnya setelah Ajeng tidak dapat menghubungi wanita itu. Dylan yang mengetahui Callista sudah pingsan, langsung membawa wanita itu ke rumah sakit.
Hingga akhirnya, di situlah Callista berada, di sebuah rumah sakit swasta di kota Jakarta dengan selang infus yang ditusukkan ke dalam rongga kulitnya.
Wajah pucat Callista sudah bisa menggambarkan betapa lelahnya dia dari pekerjaan dan memaksa dirinya untuk berbuat lebih baik.
"