Mahawira bangun di pagi hari setelah mendengar suara alarm di jam di samping nakasnya menjerit. Tangan laki-laki itu berusaha keras meraih jam yang ada disana, matanya terpejam, hingga akhirnya ia berhasil meraih arloji itu dan membungkam suara kematian di telinganya.
Dengan mata yang masih terpejam, rasa kantuk yang masih menyerang, dan kehidupan yang masih setengah tersisa di alam mimpi. Pria itu turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.
Di depan cermin, Mahawira tampak mengambil sikat gigi dan mulai menggosok giginya secara perlahan. Dari waktu ke waktu, pria itu menguap karena masih merasa mengantuk tetapi harus segera diatasi oleh tanggung jawab CEO perusahaan Rasendriya.
Usai menggosok gigi, Mahawira langsung melepas pakaian yang dikenakannya dan meletakkannya di tempat cuci