Setiap orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan kehidupannya? Dapat dikatakan sempurna jika mereka memang sudah bersyukur dengan apa yang mereka miliki.
Hari ini Salju turun untuk pertama kalinya setelah musim Panas, dan Gadis yang sedang menatap keatas langit melihat butiran salju itupun menampung tangannya, mendapati butiran salju turun satu per satu ditelapak tangannya.
Ia senang?
Tidak.
Ia hanya menatap butiran salju itu dengan Ekspresi yang sulit di pahami.
'Jika ada orang yang tidak senang saat melihat turunnya salju, itu aku'
Batinnya dalam diam.
Ia menarik Penutup hoodie kepalanya dan berjalan menuju halte bus.
Salju turun semakin lebat, jalanan mulai tertutupi tumpukan salju nan tebal, gadis itu terus berjalan melewati jalanan tebal nya kabut salju membuat ia sulit melihat pandangan didepannya. Hingga...
Bugghhhh!!!
Ia meringis saat ia menabrak sesuatu didepannya.
"Aw..."
Ia memegang kening nya dan mendapati jika ada pria didepan dirinya, pria itu sama hal nya dengan dirinya.
Memakai Hoodie hitam dan menutup kepalanya, ditambah lagi Masker hitam yang menutupi mulut nya.
'Rampok?'
Batin gadis itu.
Tanpa berkata apa apa Pria itu langsung pergi begitu saja meninggalkan nya.
Ia kesal? Tentu.
Tapi ia tidak mau ambil pusing, ia terus melanjutkan jalannya ke Halte bus.
Lama menunggu ia terus terusan melihat Jam di Ponselnya.
Sudah pukul 18.30 dan dia belum tiba di tempat kerja paruh waktunya.
Ia melirik kejalanan dan masih sepi, hanya ia sendiri di halte bus.
'Argh kemana semua perginya Bus sialan itu!'
Rutuknya.
Begitu melihat cahaya sinar yang tak asing buatnya, ia langsung berdiri berharap bus itu dapat melihatnya.
Wuushhhhhh.........
Tinngggg....
Dan yahhh Bus itu berhenti, ia langsung naik kedalam bus tersebut, dimana hanya ada 2 orang didalam sana. Supir bus itu dan....
Pria Aneh dengan Jaket Hitam kulit, pria itu menatap keluar Jendela.
Ia tak ambil pusing, dan duduk paling belakang didekat jendela.
Ia tak dapat melihat apa apa di luar kaca jendela tersebut, kepulan Salju yang lebat membuat pandangannya sukar melihat diluar sana.
Gadis itu pun mengeluarkan Earphone dan ponselnya, lalu mulai mendengarkan lagu di Playlist ponselnya.
??? Love is Gone - Dylan Matthew.
"Don't go tonight.."
Jangan pergi malam ini
"Stay here one more time.."
Menetaplah di sini sekali lagi
"Remind me what it's like.."
Ingatkan aku bagaimana rasanya
"And let's fall in love one more time.."
Dan mari saling mencinta sekali lagi
"I need you now by my side.."
Kubutuh dirimu di sisiku
Gadis itu menutup Kedua matanya dan mendegarkan lagu tersebut bagaikan kehidupannya yang benar benar hampa.
Ia benci jika mengatakan dirinya Lemah, tapi ia benar benar butuh seseorang, ia sendiri....
Benar benar sendiri...
?"It tears me up when you turn me down.."
Kau buatku bersedih saat kau mengabaikanku
"I'm begging please, just stick around.."
Kumohon tolong bertahanlah
Ia yakin jika dia bisa bertahan, ya ia yakin.
Hidup memang tidak harus bersama-sama, buktinya ia bisa bertahan sekarang ini dari semenjak ia kecil, ia sendiri...
Ia tak punya siapa siapa...
?"I'm sorry, don't leave me, I want you here with me.."
Maafkan dan jangan tinggalkan aku, kuingin kau di sini bersamaku
****
"Mom!!!!!!! Don't Leave me...."
Anak kecil itu menangis melihat foto ibunya yang di rangkai bunga oleh orang-orang.
"Daddy...... Mommy...hikss hiksss i won't Alone... Bring me with you... Hikss..."
Ia berlutut dan memeluk Kedua Peti tersebut.
?"I know that your love is gone.."
Kutahu jika cintamu telah tiada
Gadis itu sudah dewasa sekarang.
'Mom? Dad? Aku masih bertahan tanpa kalian... Aku membutuhkan kalian..'
Ia membuka matanya sekali dan menitikkan air matanya.
?"I can't breathe, I'm so weak, I know this isn't easy.."
Tak mampu kutahan, ini tidaklah mudah, aku begitu rapuh
"Don't tell me that your love is gone.."
Jangan bilang bahwa cintamu telah tiada
"That your love is gone.."
Cintamu telah tiada
❄❄❄
19.15 PM.
Kriinggg...
Gadis itu masuk Ke sebuah Caffe dengan terburu-buru.
Ia langsung ke belakang Caffe tersebut dan mendapati Boss Caffe nya menunggu.
"Maaf Paman, aku Terlambat.. Diluar tadi -"
"Lanjutkan pekerjaan mu Aisy ,jangan sampai aku memergoki dirimu terlambat lagi untuk yang kedua kalinya."
Ujar Pria tua tersebut.
Aisy menunduk dan meminta maaf, ia langsung mengganti seragamnya dan melakukan pekerjaan nya dengan segera.
Terlihat dua Pria berbadan Besar menghampiri Aisy di meja Kasir.
"Selamat Malam , ada yang bisa Ku bantu? Anda ingin Pesan apa?"
Ujar Aisy mencoba ramah.
Pria itu bukannya menjawab mereka malah tersenyum nakal, kepada Aisy.
"Hey.. Kau masih anak sekolah ya? Kenapa mau bekerja disini? Penghasilan mu sedikit, kau mau kerja dengan gaji Besar?"
Ujar salah satu pria itu.
"Kusarankan kau jadi ***** , ku pastikan gaji mu besar bahkan 10 kali lipat per Malam "
Ujar yang satunya.
Mereka pun tertawa terbahak bahak menertawakan Aisy yang diam.
"Maaf? Anda ingin pesan apa?"
Tanya Aisy sekali lagi.
BRAKKKK!!!
Pria itu menggebrak meja dihadapan Aisy, Aisy berusaha Tenang. Ia menatap Tajam pada Kedua pria itu.
"Kami tidak akan pesan jika kau tidak mau Melayani kami secara Pribadi"
Ujar Pria yang berambut gondrong.
Ia tersenyum miring kepada Aisy.
Aisy menatap nya Muak.
"Jika kalian tidak mau Pesan apapun, Kusarankan Kalian Keluar dari sini."
"HEYYY!! BERANI SEKALI KAU MENGUSIR KAMI ANAK KECIL, APA BEGINI CARAMU MELAYANI PELANGGAN HAH?!"
mendengar amarah pria itu membuat pelanggan seisi Caffe tersebut menatap mereka dengan Pandangan tak suka.
Aisy menghela napas, apa sih maunya Pria bodoh ini?
"MANA BOSS MU!! AKAN KU BERI TAU KALAU PEGAWAI NYA TIDAK TAU CARA MELAYANI PELANGGAN!"
Mendengar Adanya Keributan, Paman Jims keluar menanyakan ada apa.
Dan yang terjadi...
"HEY!! KAU BOSS NYA? TOLONG AJARI BAGAIMANA CARANYA MELAYANI PELANGGAN KEPADA GADIS KURANG AJAR INI!!"
Jims menatap Aisy tidak percaya, dan ia memanggil gadis itu untuk masuk ke ruangannya.
"Aisy, kau benar-benar membuat masalah hari ini, apa kau sudah bosan bekerja?"
Aisy hanya diam.
"Kau Dipecat!"
Aisy tetap diam, dan kali ini ia mengangkat wajahnya.
Tanpa bicara apapun dia langsung melepas celemek Kerjanya dan pergi meninggalkan Ruangan tersebut. Tak peduli dengan Teriakan Pak tua itu memanggil nya.
"AISYY!!! HEYY GADIS TAK TAU DIRI!! JANGAN PERNAH KEMBALI KAU!"
Aisy pergi dengan cepat meninggalkan Caffe kecil tersebut , dalam hati kecilnya ia sudah mengira akan seperti ini.
Hari salju pertama memang hari sialnya.
Aisy adalah anak Yatim Piatu, ia sudah ditinggalkan ibu dan ayahnya saat berusia 5 tahun, ibu dan ayahnya tiada saat kecelakaan Mobil yang mereka kendarai, hanya Aisy yang selamat karna pelukan sang ibu begitu erat padanya.
Dan mulai saat itu Aisy hidup sendiri, ah tidak, ia di asuh oleh Bibi nya adik dari Ibu nya, Bibi Elis memiliki putri juga yang seumuran dengan Aisy, dimana mereka satu sekolah namun berbeda kelas.
Aisy tiba di rumah sederhana yang merupakan tempat tinggalnya sejak ia ditinggal oleh kedua orang tuanya.
Begitu ia masuk...
PRANGGGG!!!!
"Kenapa baru pulang? Hah? Mana hasil gaji mu? Berikan pada ku?"
Tagih sang bibi
Aisy menatapnya datar.
"Kenapa diam saja hah!! Jangan bilang kau di pecat!? Aisy?? Jawab bibi?? Kau anak tak tau diri, sudah melenyapkan kakak ku dan sekarang kau malah menyusahkan hidupku!"
"Kau sungguh membuatku sakit kepala aisy, Katakan dimana Gaji mu?!!"
Aisy menghela napas dan mengeluarkan Uang 20$ dollar, dan ia pergi ke kamarnya.
"HAH!??? APA INI AISY!!!! HANYA 20 DOLLAR? KAU KEMANAKAN YANG LAINNYA?? KAU BENAR BENAR DIPECAT AISY!???? HEYYY JAWAB AKU!!!??? DASAR ANAK SIALAN!!!"
Bentak Bibi Elis seraya melemparkan uang 20 dollar itu ke Belakang kepala Aisy.
Aisy diam dan berbalik, ia mendundum dan mengambil uang yang dilemparkan bibinya itu.
"KAU AMBIL SAJA UANG SIALAN ITU, AKU TAK BUTUH UANG MU LAGI! SEKARANG KAU KEMASI BARANG-BARANG MU DAN PERGI DARI RUMAHKU!!!"
Aisy pun berbalik ke kamarnya lagi.
Ia duduk ditepi ranjang nya dan menatap Kaca jendela, Salju masih turun dan ia menghela napasnya lagi untuk kesekian kalinya.
Tok.. Tok...
Aisy mendengar itu namun tak ia hiraukan.
"Hey Aisy, kerjakan soal ulangan ku! Besok aku harus dapat nilai A+ , aku tidak mau di cap bodoh oleh teman teman ku. Cepat kerjakan!"
Ujar gadis yang memasuki kamar Aisy, gadis itu sepupu nya Emely.
"Hey! Kau tidak dengar ya?"
Geram Emely dan menjambak Rambut Aisy, membuat Aisy berpaling menghadapnya, Aisy menatapnya Tajam.
Emely yang mendapat tatapan itu pun mendadak takut.
"Kenapa begitu melihatku, kau tidak suka? Ingat ya kau hanya menumpang disini, kalau kau tidak mau diusir maka turuti perintahku, dan kerjakan Soal ulangan ku!! Aku tidak takut ditatap begitu oleh mu ya bodoh!"
Ujar Emely lalu pergi dari Kamar Aisy.
Aisy hanya melihatnya dalam diam, tak bersuara.
Ia melirik lembar soal Ulangan Emely yang masih Kosong.
Wanita itu hanya mau enaknya saja.
Aisy mengambil Kertas itu dan mengerjakannya..
Aisy memang Pintar, tapi ia ta pernah dijadikan Anjing Pesuruh seperti ini di sekolah.
Hanya Emely, dia yang sukses membuat Aisy seperti b***k nya disekolah.
Aisy bisa sekolah bukan dari uang Bibi nya melainkan Beasiswa yang ia dapat karna kepintarannya.
Ia yakin ia bisa lulus dan bisa melanjutkan Pendidikannya hingga Sarjana nanti dari Beasiswa yang ia dapat.
Ia Berjanji akan hidup tanpa menyusahkan orang lain, ia akan hidup mandiri.
'Mom, aku sudah sejauh ini? Apa aku harus berhenti?'
❄❄❄
Wednesday, 07.00
Aisy memasuki Kelas nya dalam diam, semua sibuk dengan kesibukannya sendiri.
Aisy duduk di kursinya dan membuka buku nya seraya mendengarkan musik ditelinga nya.
"Aisy..."
Aisy mengerutkan alisnya ia menoleh dan melihat Diah dibelakangnya sedang memberikan sesuatu kepadanya.
Aisy melepaskan salah satu earphonenya dan mengambil barang tersebut.
"Thanks" ujarnya singkat lalu berbalik.
Diah yang mendapati respon tersebut mengerucutkan bibirnya, Aisy begitu cuek.
Aisy membuka kotak kecil tersebut dan melihat isinya.
Ia terkejut, ini sebuah Kartu? Kartu apa ini.
Ia pun berbalik lagi dan bertanya pada diah, namun gadis itu sudah pergi.
Aisy yang penasaran pun mengejar diah yang sudah tiba di toilet.
"Hey!"
Panggil Aisy.
Merasa terpanggil Diah menoleh.
"Aku punya Nama!"
Gerutunya.
Aisy menghela napas.
"Apa maksudmu memberiku kartu ini Diah?"
Diah merekahkan senyumnya.
"itu Kartu Untuk Prakerja, ku kira kau membutuhkannya, carilah pekerjaan yang baik buat mu"
Ujar Diah dan ia langsung pergi ke toilet.
Aisy masih bingung, kenapa dia memberikannya kepada aisy.
Bahkan aisy lupa mengucapkan terimakasih pada gadis itu.
Ah mungkin nanti saja, pikir nya.
Ia pun kembali ke Kelas.
Hingga pelajaran Selesai, Aisy keluar dengan memakai Hoodie hitamnya seperti biasa, semua orang menatap Aisy tak berani mengganggu nya.
Aisy Jarang Bicara, ia hanya akan menjawab jika perlu.
Sehingga teman-teman yang lain tidak mau berteman dengannya.
Tapi disisi lain ada juga beberapa orang yang penasaran dengan sisi Seorang Aisy, wanita itu Cantik tapi ia tak pernah Memperlihatkan kecantikannya, ia tak pernah Senyum bahkan melepas penutup hoodie nya jika keluar.
Sehingga jarang para pria tau jika Aisy adalah Gadis yang Cantik.
Aisy selalu menyembunyikan dirinya, ia tak mau menjadi pusat perhatian, ia benci keramaian, ia tak suka keributan, dan ia hanya ingin Sendiri.
Diah?
Dimana gadis itu ngomong-ngomong.
Ia belum berterimakasih padanya.
Aisy pun berbalik mencari kelas Diah dan ia menemukannya, benar saja kelas wanita itu disebelah kelas nya.
Dilihatnya Diah sedang merapikan peralatan sekolahnya.
Aisy datang menghampirinya.
"Hey.." ujar Aisy pelan.
Diah menoleh dan Tersenyum melihat Aisy menyapanya.
"Haii... Mau pulang bersama?"
Ajak Diah bersemangat.
Aisy yang mendengar itu untuk pertama kalinya ada yang menemaninya pulang, ia senang.
"Diluar masih turun salju, aku bawa Payung dan Jacket. Kau mau?"
Tanya Diah lagi.
Aisy hanya diam.
"Terimakasih untuk Kartunya, dan Maaf kurasa aku harus pulang sendiri, aku ada keperluan lain."
Diah yang mendengar jawaban itu pun kecewa,
" kau ingin mencari pekerjaan mu kan? Aku bisa menemanimu kok."
Ujar Diah.
Aisy menghela napas.
"Tidak Per-"
"Ayoo.." Ajak Diah dan lansung menarik lengan Aisy keluar Kelas.
Aisy tidak suka?
Ya dia tidak suka, tapi ia harus menuruti gadis ini karna kebaikannya tadi.
Saat mereka berjalan bersama dibawah turunnya Salju, seseorang dengan Hoodie Hitam dan masker di wajahnya melewati mereka, Aisy yang melihatnya pun merasa tak asing, pria itu selalu memakai Masker dan berpakaian sama dengan dirinya.
Siapa dia?
Aisy masih berpikir saat pria itu sudah melewati mereka.
"Ada apa?"
Tanya Diah.
Aisy tersadar dan menggeleng.
"Tidak ada"
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka, hingga tiba disebuah Minimarket, dan Mereka masuk kedalam sana.
Beberapa Waktu Kemudian.
Aisy senang, ia mendapat pekerjaan paruh waktunya yang baru, dan gaji nya lumayan besar dibanding pekerjaan sebelumnya.
"Bagaimana? Besok sudah langsung mulai bekerja kah?"
tanya Diah.
Aisy Mengangguk, tanpa sadar ia tersenyum.
Diah yang melihat itupun melototkan matanya.
"Kau Sangat cantik Aisy..."
Aisy yang mendengar nya langsung diam, dan merubah ekspresinya lagi.
"Kau tau Aisy, kau itu Cantik kenapa kau menutupinya? Kau Sangat Pemurung dari awal sekolah Pertama."
"Apa kau punya masalah Besar atau Trauma di kehidupan mu? Sehingga kau menjadi gadis yang Penyendiri?"
Aisy hanya Diam.
Diah pun menundukan kepalanya.
"Aku ingin sekali menjadi teman mu, dari awal sekolah Pertama aku selalu Memperhatikan mu"
Diah menatap Aisy.
"Bolehkah aku jadi teman mu?"
Aisy menatapnya dalam diam, selama 2 tahun terakhir ia selalu sendiri di sekolah, hingga akhir semester ini ia akan Lulus dan dia baru mendapati ada orang yang mau menjadi temannya.
Aisy mengangguk dan tersenyum simpul.
Diah yang mendapatkan persetujuan dari aisy pun sangat senang, ia berdiri dan memeluk Aisy yang gelagapan terhadap Diah yang berlebihan.
"uhuukk.." Aisy tersedak saat Diah memeluknya tiba tiba.
"Oh Maaf maaf! Aku tak sengaja.."
Diah merasa bersalah karna reaksi senangnya membuat orang tersiksa.
❄❄❄
Keesokan Harinya, Aisy Ke sekolah dan langsung didampingi oleh Diah teman Baru nya, ia sedikit senang tapi ia masih berusaha untuk ramah dengan gadis ini.
Walau berbeda ruang kelas, tapi mereka selalu bertemu saat kelas selesai.
Sekarang Aisy di taman sambil mengisi Teka-teki Silang di buku.
Dan Diah pergi ke kantin mengambilkan minuman untuk mereka.
Aisy sedikit terhibur dengan adanya Diah. Ia tak terlalu kesepian.
Tak lama diah pun sampai dan menyodorkan minuman kaleng dingin ke Aisy.
"Hari ini hari Pertama mu bukan? Lakukan yang terbaik okey? Aku akan berkunjung nanti, mungkin ada yang ingin ku beli, aku akan jadi pelanggan pertamamu nanti lihat saja."
Oceh Diah.
Aisy hanya menaikkan satu alisnya.
"huh? Percaya diri sekali."
"Sungguh Aisy, jam berapa kau masuk nanti?"
"Jam 3 sore" jawab aisy santai.
"Ah..uhm... Jam segitu aku masih membantu ibu, ah mungkin kau belum langsung berhadapan dengan pelanggan. Aku akan tiba di sana 30 menit kemudian, tenang saja."
"Terserah mu Diah.."
Ujar Aisy Malas.
Tak Lama Bel berbunyi dan mereka berpisah kembali untuk masuk kelas terakhir.
Hingga Kelas Terakhir Selesai...
Aisy bergegas ke tempat kerja nya yang baru, ia langsung mengenakan Hoodie nya dan membawa tas nya.
Salju kembali turun.
Aisy menggigit bibirnya.
'Semoga hari ini Menguntungkan'
Ia langsung berlari melewati Hujan salju yang tak terlalu lebat itu.
Setiba nya ia di Minimarket ia langsung bergegas masuk , ia menyapa Pegawai yang masih di belakang Kasir dengan sopan. Pegawai itu pun mengerti dan memberi alih Kasir ke Aisy.
Aisy menunduk berterimakasih.
Ia menghela napas lega.
Aisy melihat jam di tangannya pukul 03.00 PM dan ia harus siap sampai jam 10 malam nanti.
Dilihatnya toko masih sepi, ia pun keluar dari meja kasir dan mulai mengecek barang yang ada di Rak, mengecek tanggal Kadaluarsa dan mencari jika ada barang yang diletakkan tidak pada tempatnya.
Kriinggggg.....
"Selamat datang.."
Ujar Aisy tanpa berbalik ia masih melanjutkan kegiatannya.
"Aku ingin Minumannya."
Ujar Suara Pria.
Aisy mengangguk dan masih sibuk menyusun barang.
"Silahkan tuan."
Kemudian tak ada suara.
Aisy bangkit dan mencari Pelanggan tersebut, jangan sampai dia mencuri tanpa membayar, bisa bisa dia akan dipecat di hari pertamanya.
Ia menoleh kekanan dan ke kiri.
'Kosong'
Habislah dia!
Ia pun spontan Berlari dan...
BUGGGHHH....
Aisy terjatuh karna menabrak seseorang yang baru saja keluar dari Lorong Deretan Minuman.
"Awss.."
Ringisnya ketika merasa jika keningnya tertabrak Botol keras.
Aisy mendongak dan melihat pria tinggi yang menatap nya Aneh, pria itu mengenakan Hoodie hitam dan masker di wajahnya.
Ck dia lagi
"Gunakan matamu ketika Berjalan."
Ujar Pria itu jengkel.
Aisy langsung berdiri dan menuju Meja Kasir.
Pria itu berjalan kearahnya dan meletakkan 2 botol minuman.
Aisy langsung mengambil dan menghitungnya, ia pun menaruh dua minuman itu kedalam Plastik dan memberikan Struk kepada Pria itu, saat Pria itu sudah membayarnya.
"Terimakasih" Ujar Aisy Sopan.
Pria itu pergi begitu saja tanpa menoleh pada Aisy.
Aisy hanya menatap kesal pada pria itu. Ia pun melanjutkan pekerjaanya yang tertunda.
Tak lama Diah datang.
"Aisyyy......"
Aisy yang terpanggil pun menoleh.
"apa?" jawabnya.
Diah mengerucutkan bibirnya.
"Aku Pelanggan Pertamamu kan?"
Aisy memutar bola matanya.
"Kedua."
Diah yang tak percaya pun mendekati aisy.
"Benarkah? Siapa yang Pertama? Ibu-ibu? Atau Om Om atau Kakek-ka-"
"Pria" potong Aisy.
Diah pun tersulut api penasaran.
"Pria? Pria Tua?"
"Tidak, Seumuran Kita , ah.. Lebih Tua sedikit."
Diah semakin mendekat.
"Bagaimana Rupanya?"
Aisy melihat keatas mengingat-ngingat wajah pria itu.
"......hmm..... Dia Pakai Masker"
Ujarnya datar setelah berpikir lama.
Diah mendesah lesu.
"Jadi kau ingin beli atau tidak?"
Tanya Aisy.
Diah mengerucutkan bibirnya dan pergi ke beberapa Rak Makanan.
"iya iyaa aku beli."
10.00 PM.
Aisy menutup Toko Dan bergegas pulang, ia berjalan menuju Halte bus.
Dan tak lama Bus Terakhir Datang. Ia masuk kedalam bus tersebut, seperti biasa dia akan mengambil kursi dibelakang sendiri sambil mendengarkan Musiknya.
Sedang mendengarkan Musik, Seseorang datang Menghampirinya.
Aisy tak sadar ia masih memejamkan matanya dan mendengarkan musik.
Hingga orang tersebut sudah duduk disebelahnya.
Aisy masih diam tak bergeming.
Tuk.. Tuk..
Orang itu mengetuk ngetuk kaca jendela didekat aisy, membuat aisy tersadar, dan langsung melotot kala ada seorang Pria duduk disampingnya.
'Siapa dia? Sejak kapan dia duduk disitu?'
Batin Aisy.
"Boleh pinjam Ponsel mu?"
Tanya Pria itu.
Aisy mengerutkan alisnya.
'Pria Modus!'
"Ponsel ku mati, Maaf"
Jawab nya cepat dan segera pindah tempat.
Pria itu menahan lengannya.
Tepat saat Aisy berdiri, Bus tiba tiba berhenti. Membuat Aisy tak berpegangan dengan sempurna.
Ia pun terlonjak dan terdorong bersama pria itu.
Aisy langsung menarik tangannya dan segera turun dari Bus.
Ia benar-benar benci Pria Modus begitu.
❄❄❄
"Dari Mana kau?" tanya Seorang Laki-laki dibalik Mobil.
Pria yang baru saja tiba dengan membawa 2 botol minuman itu pun mengangkat bahu tak menjawab lalu ia masuk ke Mobil.
"Hey aku bicara padamu Sean!"
Kesal Pria itu merasa diacuhkan oleh laki laki bernama Sean.
Sean menaruh plastik minuman itu dan mengambil satu botol dan meminumnya.
Pria yang kesal tadi baru masuk ke mobil.
Ketika ia hendak mengambil satu botol minuman sean yang tersisa, Pria itu menghadangnya.
"Beli sana" Ujar Sean.
Pria disebelahnya melotot tak percaya.
Ia kira Sean membeli 2 karna untuk diberikan kepada nya 1, ternyata pria itu hanya membeli untuk dirinya sendiri.
"Astaga kau benar-benar Pelit"
Decak Pria itu sambil memukul setir mobil.
Sean tak peduli.
Saat ia melihat Struk barang yang ia beli tadi, betapa terkejutnya dia.
"Argh s**t! " umpatnya
"Hey kenapa?"
"Dia memotong 100$ dollar dari Kartu Kredit ku, aku hanya beli 2 botol Sialan!"
Temannya Tertawa.
"Benarkah? Kurasa dia Pegawai Baru, Bodohnya. Mau ku Laporkan?"
Sean menggeleng.
"Tidak perlu, Besok ku potong lehernya"
Temannya Tertawa lagi.
"Jangan Tertawa kau Nathan Bodoh!"
Pria yang dipanggil Nathan itupun Semakin membesarkan tawanya.
Sean berdecak, ia mencoba mengingat Pegawai mini market itu.
Wanita!
Yah, tadi itu Wanita kan?
Kalau dia tidak salah ingat.
Wajahnya bagaimana ya?
Sean menimang-nimang lagi bagaimana rupa wanita Kasir tadi.
Ah! Peduli Setan mungkin besok dia ada shift lagi
Batin Sean sambil meneguk Minumannya yang Pahit.
"Ke Pemotretan Nat"
Titah Sean.
Nathan yang mendengarnya tak percaya.
"Tumben kau mau ikut sesi Pemotretan, Biasanya kau menolak. Memilih kabur dengan ku"
Sean tak menghiraukannya.
Merasa diacuhkan untuk kesekian kalinya, Nathan akhirnya menyalakan Mobil dan pergi ke tempat Pemotretan sesuai titahnya Tuan Sean yang Terhormat.
Esoknya....
09.00 A.M
Aisy di kelas sedang membaca Buku nya, tak lama terdengar suara Bising serta sorak sorakan dan teriakan diluar sana.
Aisy hanya mengangkat bahunya tak Acuh.
Ditambah lagi wanita didalam kelas Aisy ikut ikutan berteriak.
Aisy benar benar sakit telinga.
Guru didepan mengintruksi mereka untuk Diam, karna jam pelajaran masih belum selesai.
Namun Guru didepan pun mereka hiraukan, akhirnya merasa tak di pedulikan Guru tersebut keluar kelas untuk mengecek apa yang terjadi diluar sana.
Aisy meletakkan Pulpennya dengan Kasar.
'sangat Mengganggu'
Ia pun mengeluarkan ponsel dan Earphonnya lalu memasangkan kedua telinganya.
Ia langsung merunduk diatas meja.
Merasa lelah.
Namun semakin lama Suara teriakan Itu semakin mendekat dan semakin Besar.
'Arghh!!'
Aisy mengacak rambutnya lalu membesarkan Volume Suara ponselnya, ia tidur kembali.
Hingga seseorang menarik Tali Earphonenya hingga terlepas dari telinga Aisy.
Aisy yang kesal pun mendongakkan wajahnya mencari siapa yang berani mengganggunya.
Seper sekian detik berikutnya yang ia dapatkan ialah...
'Bencana'
"Aku murid baru, aku ingin duduk, Bisa Pindah?"
Ujar Pria yang berdiri dihadapannya.
'apa? Kenapa harus aku yang pindah? Hey dia murid baru astaga'
Batin Aisy tak percaya.
Ini kursinya, dan ia tak pernah diusik siapapun untuk pindah dari kursi nya.
"Heyy!! Aisy kau tidak dengar? Pindah sana, dia Model Tau!! Kau tidak tau artis ya?"
Ujar salah satu wanita disekeliling Pria yang disebut model itu.
"Kenapa aku harus Mau?"
Tanya Aisy meremehkan.
Aisy memasang kembali Earphonya dan menunduk dimeja.
BRAKKK!!!
Salah seorang wanita lain memukul meja Aisy.
"Hey! Aisy kau Tuli ya? Kau cari mati sekali disini."
KRIIINNGGGGGG.....
Aisy malas mencari Masalah.
Tepat Bel Berbunyi, Aisy mengambil Tas nya dan pergi dari gerombolan para Fans Fanatik itu.
Sean melirik Gadis yang disebut Aisy tadi oleh para gadis ini keluar dari ruang kelas.
Mungkin dia sesak dengan keramaian.
'HAH! SAMA! AKU JUGA SIALAN!'
Teriak Batin Sean.
"Sean? Ehmmm kau mau duduk disini?"
Tanya gadis yang tadi menggebrak meja.
Sean hanya diam. Lalu Dia langsung berbalik pergi.
Para gadis itu pun mengeluh lesu dan kecewa.
Disisi lain, Aisy menuju kelas Diah.
"Hey ada apa?"
Aisy langsung duduk dan menundukan kepalanya diatas meja.
"Terlalu berisik di kelasku"
Jawab Aisy apa adanya.
Diah hanya ber oh ria.
"Ngomong-ngomong kau tau Ada Model jadi murid di sekolah ini?"
Aisy hanya menggeleng tak semangat.
Diah menatap Aisy tak percaya, bisa bisa nya wanita ini tidak tau apa yang terjadi.
"Aku tidak Peduli"
Hanya itu jawaban darinya.
Diah pun mengangguk dan memahami temannya ini, mungkin ia lelah di hari pertama nya kerja kemarin.
"Mau ku belikan Minum?"
Tanya Diah.
Aisy menggeleng lagi.
"Baiklah, aku ke Kantin sebentar. Akan kubelikan Roti untukmu."
Ujar Diah dan mendapati respon jempol saja dari Aisy.
Diah pun pergi dari kelas itu.
Aisy sakit kepala, dimana kemarin ia baru menyadari ketika salah menjumlahkan Minuman orang itu dan malah memotong banyak tagihan di Kartu Kreditnya.
'Duhhh gimana gantinya coba, mana lupa lagi orangnya yang mana'
Aisy mengacak rambutnya lagi.
Sepulang Sekolah....
Sudah pukul 2 siang, dan Aisy siap siap pergi ke tempat kerjanya.
Setibanya disana Toko begitu ramai.
Ada apa?
Aisy pun menghampiri tempat kerjanya.
Betapa terkejutnya ia melihat Pria yang di sekolanya tadi disini.
Sedang apa dia?
Aisy berjalan menghampiri Manager nya.
"ah... Ini dia Aisy..." sambil menarik aisy mendekat ke managernya.
"..dia kah yang melayani mu kemarin tuan Sean?"
Sean Menaikkan satu alisnya.
Nyonya Dena pun membuka Penutup Hoodie Aisy dan membuat semua nya bersorak kaget.
"..hahn aisy?"
"apa yang dia lakukan?"
"benarkah aisy?"
Semua menyebut namanya.
Aisy hanya diam.
"Maafkan dia tuan Sean dia baru disini, mungkin dia salah lihat kemarin saat menjumlahkan barang mu , tapi uang itu sudah kami transferkan kembali ke kartu kreditmu." jelas Nyonya Dena.
Aisy berdecih.
Rupanya dia pelanggan misterius itu. Kenapa dia kemarin pakai masker segala? Dan lihat sekarang? Dia menunjukan wajah aslinya.
Dasar Serigala
Batin Aisy.
Sean masih Diam, lalu ia menarik lengan Aisy.
Semua berteriak, termasuk Nyonya Dena.
Aisy yang tak mengerti pun mencoba menarik tangannya.
Sean mencekal kuat lengan aisy lalu membawa nya kedalam Mobil.
"Hey!! Apa yang kau lakukan!"
Bentak Aisy.
Sean langsung membawa mobilnya dengan laju.
Aisy diam? Tentu saja tidak.
Ia mencoba mengalihkan Setir mobil..
"Arghhh Shitt Diam sebentar Sialan!"
Bentak Sean.
Ia pun menepikan Mobilnya.
Aisy langsung keluar dari mobil itu dan Lari.
Sean yang terlambat mencegah wanita itu mengumpat kesal.
"Arghh.. Awas kau!"
Sean memukul pintu mobilnya melihat Punggung Wanita itu sudah menjauh.
Aisy tiba ditempat kerjanya setelah berlari , nafasnya tersengal-sengal untuk cepat tiba disini.
Jam sudah menunjukan pukul 03 sore, dan ini shift nya.
Ia harus tetap kerja, yah semoga saja tidak di pecat.
KRIIINGGG...
"Aisy.... "
Panggil nyonya Dena.
Aisy masih mengatur nafasnya.
"Bagaimana bisa kau Membawa seorang Sean Foxie kemari? Astaga Aisy aku bisa gila, kau harus membawanya besok kemari lagi atau kau dipecat."
Aisy melongo
Apa salahnya?
"Oh astaga kau tidak tau toko kita jadi Ramai sekali tadi, huhhh..."
Tambah Dena seraya pergi dari Toko.
Aisy hanya Diam.
Ia pergi ke belakang Kasir dan mulai bekerja.
Waktu terus berjalan hingga tak terasa sudah Larut Malam dan Aisy mulai mengantuk, 30 menit lagi baru ia bisa tutup toko.
Ia harus tahan
Yah harus!
KRIIINGGG....
"Selamat Datang.." Sapa Aisy Ramah sambil menunduk Sopan.
Begitu ia mengangkat wajahnya.
Deg
Bagai tertimpa Batu,Dia dikejutkan oleh Pria ini lagi.
"Kaget?"
Tanya Sean.
Aisy hanya diam.
Sean bergerak mendekat ke arah Kasir.
Dan selanjutnya Aisy mencoba menelpon...
"jangan mendekat atau ku Telpon Polisi.."
Aisy memberi peringatan.
Sean tertawa sinis.
Lalu pria itu berdiri santai sambil melipat kedua tangannya.
Pria itu Masih berdiri disana Hingga pukul 10 tepat.
Dan ini sudah waktunya ia tutup bukan?
"Terimakasih..." ujar Aisy pada pelanggannya terakhir.
Karna aisy merasa harus pulang, ia pun tak ambil pusing dan langsung mematikan sistem di kasir dan melepas Kain luar pegawai kasir, ia keluar dari meja kasir dan mulai menutup pintu Satu persatu.
Saat pintu terakhir akan ia tutup disitulah Sean masih berdiri sedang memainkan Ponselnya.
Dengan Kesal Aisy mendorong Tubuh Pria itu membuat Pria itu Tersandung dan Sadar.
Sean menatap Aisy seolah mengatakan 'apa maksudmu!'
Aisy hanya menaikkan satu alisnya seolah menjawabnya 'Apa?'
Sean tak percaya, saat Aisy sedang sibuk menutup Pintu tokonya.
Sean menarik Lengan Aisy dan mendorong tubuh Wanita itu ke dinding pintu.
Sean menatap tajam mata Aisy, yang dibalas lebih tajam oleh Aisy.
Mereka beradu seolah olah bicara dalam isyarat Mata.
'Apa?'
'Ya apa?'
'apa maumu ha?'
Mereka beradu mata, hingga tatapan Sean turun ke Bibir Aisy.
Bibirnya Pink dan tampak Fresh.
Aisy pun mendorong tubuh yang menghimpitnya.
" Get Out Of Here! "
Titah Aisy menunjuk pintu keluar.
Sean diam tak bergeming.
Ia mendekat ke arah Aisy lagi dan menarik rambut panjang aisy, Aisy menjerit Kala rambutnya di tarik kebelakang membuat ia mendongak keatas.
"Aww!!!! "
Sean dengan segera menggigit Leher Aisy yang terekspos.
Aisy meringis. Dan mencoba memukul Pria itu, akhirnya pria itu melepaskan rambut nya.
Aisy memegang kepala dan lehernya yang sakit.
Sean tersenyum kemenangan, lalu ia pergi begitu saja.
Aisy sungguh tak percaya, Pria sialan itu!?
Dia Vampir apa? Seenaknya gigit Leher orang lain.' batin Aisy masih kaget.
sedangkan...
Sean?
Dia senang.
Setidaknya kalau tidak leher orang itu patah, lehernya saja yang ku gigit.
Dalam batin seorang sean yang Tertawa Bangga.
❄❄❄
The Perfect FREEZE