Park Yeonchan tampak begitu segar pagi ini. Pria itu melangkah keluar dari walk in closet kamarnya sembari mengeringkan rambutnya. Seperti sudah menjadi kebiasaannya, Yeonchan melangkah mendekati pintu kaca yang menghubungkan kamarnya dengan sebuah balkon.
Yeonchan menghirup sebanyak mungkin udara pagi yang terasa menyegarkan. Sesekali kelopak matanya terpejam saat menikmati sinar matahari pagi yang menerpa tubuh tingginya. Kegiatan seperti ini sudah Yeonchan lakukan sejak ia berusia delapan belas tahun saat ia tinggal sendirian di Inggris. Menghirup udara dan menerima kehangatan matahari pagi seperti sekarang membuat Yeonchan setidaknya merasakan perasaan lega di dadanya.
Puas melakukan kebiasaan paginya itu, Yeonchan kembali masuk ke dalam kamar dan membiarkan connecting door menuju ba