Melihat keraguan yang ditunjukkan oleh sang Ayah, pada akhirnya Abraham pun melangkah mendekati sang ayah sekaligus sang Raja dan ia mengusap bahunya dengan pelan, “tenanglah Ayah, aku memiliki pemikiran yang terbuka terhadap semua mengenai Tradisi dan peraturan di Kerajaan kita” ucap sang Pangeran guna menenangkannya, dan itu akhirnya mampu membuat sang Raja tenang,
“Tradisi ini, adalah Tradisi meminum darah mereka para dewi yang mendiami Caelesti numen* “ jelas Raja Muller X kepada sang Pangeran yang kini mengerutkan dahinya,
“meminum darah dewi?? untuk apa tradisi itu dilakukan ayah??” tanya Abraham, nadanya kini sedikit meninggi, ya … tentu, tidak mungkin ia bisa bersikap biasa saja setelah mendengarnya, dan lagi darah yang berceceran dan mengering di pojok sana, ia yakini sebagai