(makhluk di hutan Inanis.)Malam itu bulan sabit terlihat, namun Abraham masih sulit untuk mengistirahatkan dirinya di atas ranjang mewah itu. Karena kini ia lebih memilih untuk terduduk di hadapan meja yang menghadap langsung ke arah Jendela lebarnya.
Ingatannya masih jelas terganggu dengan perasaan yang ia alami ketika berada di pinggir sungai issen ketika mereka berkemah dua bulan yang lalu, dan perasaan itu terus menghantuinya hingga saat ini, aku merasa seperti diawasi oleh sesuatu yang ada di dalam hutan tersebut. Itulah pemikiran yang selalu melayang-layang didalam otaknya. Dan sekarang dia tengah menimang-nimang apakah ia harus mencari tahunya sendiri, ataukah ia haru mengajak Saint maupun Rezen untuk menemaninya. Namun detik kemudian ia segera menolak ide tersebut , dan ia merasa