“apa?!! pesta??” tanya Pangeran Abraham kepada sang ayah yang baru saja menjelaskan apa yang akan terjadi dua hari kedepannya, “ untuk apa pesta pencarian jodoh itu??” tanya Abraham menatap kedua mata sang Ayah yang kini berusaha menjelaskannya lebih detail dengan berucap,
“tentu ini semua untukmu, Anakku” terang Regard pada Abraham yang kini menghembuskan nafasnya dengan berat di hadapan sang Raja, meski hal itu terbilang tidak sopan, namun ia tetap melakukannya. “umurmu sudah menginjak usia dua puluh tiga tahun, cepat atau lambat kau akan segera menjadi seorang Raja, dan aku tidak mau kau tidak di dampingi seorang istri ketika hari itu tiba, jadi kumohon … ikuti saja alur yang telah kubuat ini, anakku” dan penjelasan dari sang Raja saat itu lah yang akhirnya membuat Abraham mau dan tid