Angin berhembnus dengan lembut, menerpa dua orang yang tengah berada disebuah wilayah yang tidak mengenal waktu, tak ada matahari yang menyinari selain langit biru yang begitu terang, tidak ada pula awan di dalamnya, wilayah itu tidak dipenuhi pepohonan ataupun pegunungan melainkan sebuah sungai kecil serta rumput yang terhampar denagn begitu luasnya. Seorang lelaki dewasa tengah terduduk disebuah batang kayu yang terdapat di sana, dan hanya batang kayu itulah yang terlihat mencolok di sana, karena tidak ada lagi kayu yang lainnya, sedua mata yang memiliki sorot tajam itu terus menatap kearah Sagremor, anak muda yang tengah terbaring di atas rerumputan itu. Lelaki dewasa tersebut seolah menunggu kesadaran dari Sagremor yang pingsan.
Ketika angin berhembus satu kali lagi, dahi Sagremor be