Malam setelah pemakaman dilaksanakan, Rezen benar-benar tidak bisa memejamkan matanya. Tidak seperti hari-hari sebelumnya, ia bisa melakukan itu meski hanya satu hingga dua jam, namun … tidak dengan kali ini, kematian Renore, dan dua calon kepercayaan lainnya sangat memukul dirinya saat itu. Sudah malam kesepuluh semenjak pemakaman dilaksanakan, dan sama seperti malam-malam yang sebelumnya ia sama sekali tidak bisa memejamkan matanya utnuk beristirahat, yang pada akhirnya ia memutuskan untuk berjalan di sekitaran sungai Issen dan menenangkan dirinya. Malam itu sangatlah dingin, akan tetapi Rezen dengan sengaja tidak mengenakan pakaian hangat dan membiarkan hawa dingin menusuk ke dalam tulangnya, karena saat ini ia merasa bahwa hal itulah yang dibutuhkan untuknya.
Kedua mata Rezen kini me