lika-liku kehidupan seorang mahasiswa kedokteran yang hidup dengan kesederhanaan. Ariel Pradana Winata adalah seorang mahasiswa yang hidup dari keluarga sederhananya. menjadi mahasiswa kedokteran sudah menjadi tradisi turun temurun dari keluarga ibunya. anak kedua dari tiga orang bersaudara ini adalah salah satu mahasiswa terbaik yang duduk di kursi universitas bergensi di Indonesia dengan Beasiswa yang selalu ia dapatkan setiap tahunnya.
kini Ariel memasuki semester akhir kurang dari beberapa bulan lagi ia pun akan melaksanakan koas.
di tempat lain ada Annisa wijaya. seorang mahasiswi kedokteran di kampus yang sama dengan Ariel. berbeda dengan ariel yang mendapatkan beasiswa, Annisa justru harus mengulang 1 tahun karena nilai nya yang sangat tidak baik, sehingga Annisa kini harus menjalankan studi nya dengan angkatan yang sama dengan ariel. Annisa terlahir dari keluarga terpandang. ayahnya Permana Wijaya adalah CEO dari Wijaya company yang bisa di bilang sukses di bidang property.
pagi ini keduanya bertemu di kampus. seperti biasa Ariel yang ngak pernah peduli dengan urusan orang lain. kali ini benar-benar kesabaran nya sedang di uji. Annisa yang pagi itu datang dengan membawa tumpukan buku menjatuhkan semua buku itu di meja Ariel.
"nih, semua buku yang diminta sama profesor" ucap Annisa santai sambil menepuk telapak tangan seakan kotor.
"oh iya kerjaan gue udah kelar, giliran Lo yang ngerjain makalah nya" ucap Annisa lalu beranjak meninggalkan Ariel dengan tumpukan buku di depannya. belum sempat melangkahkan kakinya namun Annisa di kejutkan dengan suara besar yang berasal dari meja ariel
Brakkk....
begitu keras suara hentakkan meja itu terdengar.
Ariel memukul meja dengan kedua tangannya. semua yang ada di ruang kelas pun terdiam dan menatap Ariel. Annisa pun membalikkan tubuhnya dan menatap wajah Ariel yang sudah di selimuti oleh rasa emosi.
Ariel pun berdiri, dan beranjak dari tempat duduknya mendekati Annisa. Annisa hanya terpatung tidak percaya. karena selama ini Ariel bahkan cuek dengan apa yang selalu Annisa perbuat terhadapnya.
"ambil buku-buku itu" ucap Ariel dingin dengan menatap sinis Annisa.
Annisa pun menatap sinis Ariel mendengar Ariel seakan menyuruhnya.
"Lo pikir gue pembokat Lo, seenaknya saja Lo nyuruh gue. atau mentang-mentang Lo mahasiswa terbaik di fakultas ini terus Lo mau sombong" ucap Annisa sambil melipat kedua tangannya di d**a nya.
"kalau memang benar kenapa? apa salah saya sombong di depan anda yang harus mengulang 2 semester lagi?" ucap Ariel dengan wajah mengejek.
"b******k, gue pastiin Lo ngak akan bisa tenang di kampus ini" ucap Annisa mengancam dengan menunjuk ke arah wajah Ariel.
"silahkan saja mba senior yang mengulang 2 semester, silahkan anda ancam saya" ucap Ariel yang menyingkirkan tangan Annisa dari hadapannya dengan pelan.
dari pintu kelas muncul suara lelaki
"Baby....ada apa beb?" ucap Tian yang menyaksikan kekasihnya seperti bertengkar dengan junior nya.
Tian pun melangkah mendekat dan merangkul kan tangannya ke pundak Annisa.
"ada apa Beby?" ucap Tian di telingga Annisa.
"ngak papa, cuma debat masalah tugas aja tadi kok" ucap Annisa yang mengalungkan kedua lengannya di pinggang Tian.
Tian adalah kekasih Annisa, Tian yang memiliki nama lengkap Sebastian arka kusuma adalah seorang mahasiswa bisnis di kampus yang sama. sejak ia berpacaran dengan Annisa , Tian memang kerap main ke fakultas kedokteran itu karena alasan menemui kekasih nya.
kini mereka pun beranjang ke luar meninggalkan Ariel yang mulai sibuk menyusun buku yang berserak akibat ulah Annisa. kini Tian dan annisa menuju kantin, Tian dan annisa sudah terkenal di kampus dengan julukan pasang paling romantis. karena mereka memang selalu memamerkan kemesraan mereka selama mereka bertemu.