Ayah datang setelah beberapa saat aku terbangun, aku mengeluarkan air mataku dan menangis bukan karena aku ingin tapi karena rasa sakit yang aku rasa membuatku mengeluarkan air mataku tanpa bisa aku kendalikan.
"Sabar ya Luna," ucap Ayah berusaha membuatku bersabar dan menahan rasa sakit itu, aku menangis tidak bisa menahan rasa sakitku.
Aku mengerti perasaan ayah, ia bingung melihat anaknya kesakitan namun ia juga tidak tahu harus berbuat apa untuk mengurangi rasa sakit yang aku rasakan.
"Maaf saya mengantar makan malam," ucap seorang perawat yang mengetuk pintu, ayah membiarkan perawat itu masuk ke dalam.
Seorang perawat datang dengan troli berisi tumpukan makanan untuk pasien - pasien di sini, Ayah berdiri dari duduknya dan menerima makanan itu.
"Oh, makanan baru datang ya."
Seora