Mama Adrian hanya menaikkan dua bahunya menatap anaknya itu, aku malah tertawa lebar melihat Adrian yang segera memutupi tubuhnya.
Adrian menatapku sambil menggelengkan kepalanya, "Lima menit aku akan langsung siap - siap," ucap Adrian cepat.
Mama Adrian memandang anaknya sekilas, "sudah jangan banyak mikir, cepet siap - siap nanti Rara telat," ucap mama Adrian.
Rara nembawaku meninggalkan kamar Adrian, "tuh 'kan yang susah dibangunin itu dia," ucap Rara mengatakan kepadaku.
Setelah semalam berdebat mengenai siapa yang paling sulit untuk dibangunkan sekarang sudah terbukti dengan jelas, siapa yang sebenarnya susah untuk di bangunkan.
Aku jadi sedikit heran, karena sering sekali aku mendapatkan kelas pagi yang masuknya saja jam 7 pagi dan Adrian sering juga mengantarku ke kampus.
Tida