Langit semakin menggelap ketika aku, Rara, dan Mama Adrian duduk di bangku taman yang berada di teras belakang rumah Adrian.
Banyak hal yang kami bicarakan, hingga aku hampir saja lupa apa tujuanku untuk datang ke sini.
Sedari tadi aku menunggu waktu yang tepat untuk membicarakannya dengan Mama Adrian namun tetap saja aku belum menemukan saat yang pas.
"Ra, kamu bawa masuk sepatu kakak kamu di atas. Nanti lupa dia marah," ujar mama Adrian meminta Rara mengambilkan sepatu Adrian yang di jemur.
"Oh iya, hampir aja lupa." Rara menepuk dahinya ketika mamanya mengingatkan pesan kakaknya untuk mengangkat sepatunya jika ia lupa.
Aku tertawa melihat Rara yang berjalan dengan terburu - buru, sebenarnya Adrian tidak sesering itu marah. Entah mengapa Rara terlihat kesal saat mamanya mengingatkan