Mama Adrian langsung menatapku dengan tatapan bingungnya, ia langsung meraih tanganku dan memindahkan posisinya mendekat ke arahku. Aku tahu jelas apa yang akan mama Adrian katakan kepadaku, meskipun begitu aku tetap harus mengatakannya.
Setidaknya ada satu orang yang bisa aku percayai untuk aku ajak berbicara, aku membicarakan ini dengan mama Adrian karena aku yakin jika mama Adrian akan mengerti kondisiku jika aku jelaskan apa yang sebenarnya aku rasakan.
Mama Adrian sudah aku anggap sebagai orang tuaku sendiri dan mama Adrian juga sudah menganggap aku sebagai anaknya, jadi aku yakin mama Adrian tidak akan menilai dengan berat sebelah.
Pilihan berat memang untukku saat aku menggatakan itu kepada mama Adrian, awalnya aku memang tidak yakin apakah aku harus mengatakannya atau tidak tap