Bab 1
1.1 : Pembelaan Diri
2020
Wise men say,
Only fools rush in
But I can’t help falling in love with you
Lagu pop yang diterbitkan pada tahun 1961 ini adalah salah satu lagu favorit Dimas. Semasa SMA, lagu inilah yang selalu Dimas nyanyikan untuk mantan pacarnya pada saat itu. Lagu ini dipopulerkan oleh Elvis Presley dari album Blue Hawaii. Can’t Help Faling in Love memiliki lirik yang sederhana, mudah dimengerti, dan tidak membutuhkan kiasan yang berlebihan. Maka tidaklah mengherankan jika lagu tersebut begitu populer pada masanya.
Di zaman sekarang, kira-kira ada berapa banyak orang yang mengetahui lagu ini? Dimas pikir, pasti hanya sedikit. Sebab lagu ini sudah berumur 59 tahun sejak kali pertama diterbitkan. Walaupun demikian, Can't Help Falling in Love bukanlah lagu kuno atau lagu ketinggalan zaman meski usia terbitnya sudah tua. Lebih tepat jika menyebutnya sebagai lagu antik yang puitis. Sebab melodi dalam lagu ini begitu indah. Nada ala musik klasik mengalun merdu, seolah-olah membawa setiap pendengarnya ke abad 18. Lagu ini selalu tergiang-giang di kepalanya karena melodi dan liriknya mudah diingat. Kapan pun itu.
Meskipun zaman dapat berubah sewaktu-waktu, tetapi karya tetaplah abadi. Tidak peduli sejak kapankah karya tersebut diterbitkan.
Sekarang, adakah yang mengenal Elvis Presley? Tentu ada, tetapi jumlahnya sangat sedikit. Dimas memakluminya, tidak menjadikan hal tersebut suatu masalah yang besar. Itu wajar. Elvis Presley sangat terkenal pada abad ke-20, sedangkan sekarang sudah abad ke-21. Selain tren musik sudah berubah, perbedaan generasi juga memiliki pengaruh kuat. Anak muda zaman sekarang tentu lebih mengenal musisi yang sedang naik daun saat ini, sedangkan generasi 1 dan 2 kemungkinan besar mengetahu tentang Raja Musik Rock and Roll ini.
Elvis Presley adalah musisi yang paling berpengaruh di abad ke-20. Sekitar era 50-60an. Presley mendapatkan julukan King of Rock and Roll. Di zaman itu, siapa yang tidak tahu Elvis Presley dengan karya Hound Dog, Jailhouse Rock, Love Me Tender, Blue Suede Shoes, dan karya Presley lainnya yang sangat terkenal di mana-mana? Aliran musik Rock and Roll dengan gaya rockabilly menjadi sebuah tren baru pada saat itu. Meskipun tidak berlangsung lama, hanya sekitar satu dekade, tetapi rockabilly memiliki pengaruh begitu kuat pada aliran musik rock hingga saat ini.
Sebenarnya, Can't Help Falling in Love bukanlah lagu Elvis Presley yang super populer. Meskipun tidak begitu terkenal sebagaimana lagu lainnya, Can't Help Falling in Love inilah yang membuat Dimas merasa seperti ada sesorang yang memahaminya. Bahwasanya, berhenti untuk mencintai seseorang itu tidaklah mudah. Sebab hati memiliki suatu kuasa yang berada di luar kendali manusia. Sebuah kuasa yang membuat mengapa manusia tidak bisa memilih kepada siapa mereka jatuh cinta. Sebagai contoh, ada banyak orang di dunia ini, tetapi entah mengapa justru jatuh hati pada seseorang yang sama sekali tidak pernah terpintas di pikiran. Tidak ada yang tahu mengapa begitu selain takdirlah yang menjadi jawabannya.
Logika dan hati seringkali berkelahi perihal cinta. Sebab masing-masing memiliki kuasa yang sama. Sangat sulit untuk mengontrolnya agar tetap seimbang. Jika logika terlalu mendominasi, maka cinta itu akan mati. Sedangkan sebaliknya, maka jiwa seseorang dapat mati. Sebab terlalu mementingkan cinta, banyak yang lupa akan diri mereka sendiri. Itulah mengapa, tidak ada berlebihan yang baik.
Perihal melupakan, itu sebuah kontradiksi. Logika dan hati akan kembali berperang. Manusia harus memilih antara membuka lembaran baru atau tetap mempertahankan cinta tersebut. Pada akhirnya, Dimas tak bisa berbuat apa-apa. Hati telah memenangkan peperangan dan logika kalah telak dalam kekosongan.
Shall I stay? Would it be a sin?
If I can’t help falling in love with you?
Apakah itu akan menjadi dosa karena memilih untuk mempertahankan cintanya?
Dimas ingat akan suatu kenangan. Saat itu, mantan pacarnya pernah berkata, “Jatuh cinta itu sebenernya bukanlah sebuah kesalahan, melainkan sebuah anugerah.” Pada saat yang bersamaan, Dimas hanya terdiam di tempatnya. Sementara itu, di kepalanya telah berkecamuk berbagai macam pertanyaan. Jika memang benar begitu, bisakah kita membenarkan perbuatan orang yang berselingkuh berserta orang yang menjadi selingkuhannya? Bukankah cinta adalah sebuah anugerah dari Tuhan? Jika diambil dari pernyataan mantan pacarnya, berselingkuh itu bukanlah suatu hal yang salah, bukan?
Like a river flows
Surely to the sea
Darling, so it goes
Ada banyak hal yang tidak bisa Dimas pahami. Pertama, manusia tidak bisa memilih kepada siapa mereka jatuh cinta. Sekeras apa pun mencoba untuk mencintai seseorang, jika memang bukanlah orang itu yang menjadi takdirnya, apa gunanya untuk tetap berusaha keras?
... some things are meant to be
Mantan pacarnya pernah berkata, “Itu karena cinta adalah suatu hal yang misterius. Tidak ada hal yang pasti. Kapankah kamu jatuh cinta dan kepada siapakah hatimu memilihnya. Itu semua akan selalu menjadi misteri Bahkan jika kamu tahu, kamu tetap tidak bisa merubahnya. Sebab itu telah menjadi garis takdirmu.”
Take my hand
Take my whole life, too
Katakan padanya, apa yang harus dia lakukan sekarang? Dimas telah mencoba segala hal, tetapi tidak ada hasilnya. Tidak peduli sekeras apa pun Dimas mencoba untuk melupakannya, dia tetap tidak bisa berhenti mencintainya. Itulah mengapa logika kalah telak. Hati telah meyakinkannya bahwa mempertahankan cinta sekiranya adalah pilihan yang lebih baik.
For I can’t help falling in love with you
Ya, kepada wanita itu.
**