Jam makan siang sudah terlewat sepuluh menit, tapi Bagas masih bergeming di tempatnya. Ia menyuruh Putra makan siang terlebih dulu, sementara ia membenahi pengaturan sistem untuk user di perusahaan sebelumnya.
Tepat lima menit sebelum istirahat, karyawan dari perusahaan user sebelumnya mengontaknya, untuk memperbaiki beberapa pengaturan sistem. Padahal, setelah tahap go live, pemantauan sistem dilakukan oleh tim maintanance. Hanya saja pihak maintenance kerap kali lama dalam merespon, membuatnya harus tetap campur tangan.
Lima belas menit berlalu, barulah Bagas selesai dengan pekerjaannya. Ia merenggangkan tubuhnya sejenak, sebelum berjalan keluar dari ruang meeting.
Bagas tidak mempercayai pepatah kebetulan adalah takdir. Namun, ia menikmati saat dihadapkan pada kebetulan-kebetulan kec