Saat masih menempati meja tersebut, mataku menangkap dua orang yang tengah berjalan ke arah kami sambil berkasak kusuk. Aku pun menyipitkan pandangan untuk memperjelas siapa orang tersebut, sebab secara terang terangan terlihat memperhatikan kami. Mata seorang wanita yang tampak menggandeng lelaki di sebelahnya itu melebar, saat mendapati aku menangkap basah mereka yang tengah melihat ke arahku.
Helin menyeret Fikri untuk berjalan ke arah kami, hingga berikutnya aku menyadari bahwa Davin masih berada di hadapanku. Wanita itu tampak tertawa kecil, untuk sekadar ramah tamah padaku karena tertangkap basah tengah memperhatikanku.
“Halo, Mba Raisa, Pak Davin.” Helin menyapa kami berdua, dengan tatapan seolah mengatakan ‘Tuh kan bener, ini Pak Bos sama asistennya pasti ada apa apanya’ pada F