Aku serasa mendapatkan motivasi untuk pergi dari sini. Awalnya aku bingung harus beralasan apa agar bisa beranjak dari sini, hingga pesan Davin itu serasa menyelamatkanku. Maka, tanpa ragu aku pun menyetujuinya hanya semata untuk keluar dari sini.
Raisa : Oke, ketemu dimana?
Davin : Aku jemput kamu aja ya
Aku juga sedang malas berkendara di hari libur begini, maka aku pun tak banyak penolakan dan hanya menyetujui ajakannya itu.
Raisa : Oke
Selepas itu, aku pun buru buru berdiri untuk masuk ke dalam kamarku, bersiap untuk pergi keluar. Meski aku tidak tahu mau pergi ke mana, yang jelas tidak berada di sini bersama ibu ibu yang berkumpul seolah ingin menentukan tanggal pernikahanku, padahal si calon mempelai yang mereka bicarakan saja belum memiliki ketertarikan satu sama lain.
“Ma,