“Katanya, kalo duduk di kursi depan jangan tidur, buat nemenin yang nyetir,” jawab Nida santai, ia bahkan tidak tahu mendengar hal tersebut dari mana, yang jelas ia pernah mendengarnya.
Makanya, saat jalan jalan bersama Riza, biasanya Nida tidak akan tidur jika kebagian duduk di depan. Ia akan menemani Riza mengobrol apa pun agar tidak mengantuk, meski Riza sering sekali menyuruhnya untuk tidur saja agar tidak kelelahan. Padahal yang kelelahan kan Riza, karena lelah menyetir.
Mengingat Riza, Nida kembali merindukan sosok sang kakak yang sudah menghilang selama beberapa bulan itu. Tidak apa, sebentar lagi ia akan menemui sosok kakaknya lagi. Nida harus bersemangat.
“Hoo, kalo gak tidur buat nemenin supir, jangan diem aja dong. Sama aja bikin gue ngantuk.” Dirgan membalas lagi, sambil