Aku rasa cukup lucu juga kalau surat-surat panggilan wajib militer itu datang tepat pada hari ulang tahunku, meskipun waktu itu aku tidak melihat di mana lucunya.
Kejadian saat aku masuk ke "ruang makan" kami pada pagi itu terpatri di benakku hingga saat ini. Kiyoshi duduk mematung di bangku tinggi di ujung meja dengan kepala tertunduk. Di samping piringku, terlihat hadiah ulang tahunku, yaitu terdapat sekaleng tembakau dan di sebelahnya lagi sepucuk amplop panjang. Aku tidak perlu bertanya apa isinya.
Selama beberapa waktu aku memang sudah menduga bakal menerimanya, tapi tetap saja aku tersentak saat mendapati aku hanya punya waktu seminggu untuk pergi ke Shibuya untuk mencari tahu keberadaan jasad Bella Stefa. Waktu sepekan itu berlalu dengan cepat sementara aku mengatur rencana, mengu