Aku sedang mengebiri babi, dan Yosi turut membantu dengan memegangi hewan-hewan itu. Masih banyak anak babi yang harus kutangani. Karena bekerja terburu-buru, aku tidak merasakan kecemasan buruh tani yang semakin memuncak itu. Majikannya yang masih muda sibuk menangkapi babi-babi kecil itu, lalu menyerahkannya kepada Yosi yang memegangi hewan yang ditelentangkan terjepit di antara kedua pahanya dengan kaki belakang terpentang. Sementara aku mengiris kantong skrotum dan mengeluarkan buah pelirnya dengan cepat, pisauku nyaris menyenggol s**********n celananya yang terbuat dari kain kasar itu.
"Astaga, hati-hati, Tristin-san!” akhirnya dia berseru.
Aku mendongak dari pekerjaanku. ”Memangnya ada apa, Yosi?"
"Hati-hatilah dengan pisau itu! Kau mengayun-ayunkannya di antara pahaku, mirip