Aku berada di Tejinaya, dan Gasyuin Tatsuya, si juru lelang, sedang bicara.
"Menurutku, ini terrier kedai minum paling keren," katanya. Dia membungkuk dari konter bar dan menepuk-nepuk kepala gondrong yang melongok dari bawah bangku tuannya.
Aku baru sadar bahwa istilah “terrier kedai minum" memang cocok. Leo, berbadan kecil dan sebagian besar bulunya berwarna putih, meskipun ada juga warna hitam di bagian sisi, moncong dan sejumput bulu panjang yang jelas membuatnya tampak menarik sekaligus makin misterius.
Aku teringat seorang kolega asal Skotlandia yang baru-baru ini didesak seorang kliennya untuk mendiagnosis keturunan dan garis silsilah anjingnya. Kolegaku itu akhirnya berkata, "Madam, yang paling tepat adalah menyebutnya anjing cokelat mungil saja.”
Begitu pula dengan yang bisa d